Connect With Us

PT KAI Resmikan Jalur Ganda Serpong-Maja

RANGGA AGUNG ZULIANSYAH | Rabu, 17 April 2013 | 15:27

| Dibaca : 902

Stasiun Cisauk. (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Kebutuhan masyarakat  akan  moda transportasi Kereta Api yang terus meningkat,  kembali dikembangkan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) .

 
Guna memobililasi  masyarakat yang menggunakan moda transportasi massal ke Jakarta dari Banten, PT KAI pada Rabu (17/04) meresmikan jalur ganda Serpong-Parung Panjang-Maja.
Selain itu, KAI juga meresmikan pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) kerjasama Pemerintah Jerman –Indonesia melayani rute yang melintasi Tanah Abang-Parung Panjang-Maja.
 
Wakil Menteri Perhubungan  Bambang Susantono mengatakan, ada tiga peresmian yang dilaksanakan . Selain peresmian diatas itu juga dilakukan elektrifikasi rute Parung Panjang-Maja.
“Jalur ganda ini tidak akan berhenti hanya sampai Maja, tetapi kita juga akan lanjutkan sampai Merak. Kenapa? Karena kita ini memfasilitasi penumpang commuter dari Banten ke Jakarta,” ujarnya dalam acara tersebut di Stasiun Cisauk yang dihadiri oleh Duta Besar Jerman Georg Witschel dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Pembangunan jalur ganda KA Serpong-Parung Panjang- Maja juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, mempercepat waktu tempuh, meningkatkan kapasitas lintas KA dari 101 KA per hari menjadi 128 KA per hari.  KAI mencatat, jalur ini jumlah penumpangnya rata-rata sebanyak 69.350 orang per hari.

Selain itu, pihaknya juga berharap sesuai dengan keinginan Pemerintah Provinsi Banten dengan adanya Kereta Api bisa mengurangi kendaraan yang muatan-nya berat. Hal itu selain dapat mengurangi kemacetan di jalan raya juga diharapkan Gubernur Banten Ratu Atu Chosiyah dapat memperpanjang usia jalan yang dilintasi truk dengan muatan berat.

“Saya sering dikomplain,  akibat truk itu jalan yang seharusnya usianya lima tahun tetapi tak sampai lima tahun sudah rusak. Dan, saya yakinkan dengan adanya jalur ganda ini bisa, kita bisa mengurangi beban, asal ada kerjasama yang erat seperti ini,” ujarnya.

Menurut Bambang, pihaknya akan membagi fungsi itu dengan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya kepada Dinas Bina Marga yang bertujuan agar bisa memaksimalkan jalan raya.
 “Kita setuju rangkaian truk bisa dipindah ke kereta barang. Ini tentu selain memaksimalkan jalan raya, akan menghemat BBM,” ujarnya.

Bambang juga menjawab permintaan Gubernur Banten agar menghidupkan kembali perlintasan di jalur Banten bagian Selatan.  Diakuinya, pengembangan akan dilakukan ke wilayah tersebut, karena memang ada perlintasannya. Hanya saja saat ini, PT KAI mencatat perlintasan tersebut  tidak aktif karena memang sejak di zaman Belanda sudah seperti itu.

Bahkan menurut Bambang, saat ini di jalur tersebut banyak warung-warung yang berdiri diatas perlintasan kereta. Pihaknya juga akan melihat dan meneliti jalur mana saja yang memungkinkan untuk dilakukan pengembangan. 

“Tetapi kami juga memohon kepada Gubernur untuk membantu membersihkan jalur perlintasan agar sesuai dengan fungsi,” terangnya.  (DRA)
 
KOTA TANGERANG
Menang Gugatan, Pemkot Tangerang Bongkar Rumah di Ciledug

Menang Gugatan, Pemkot Tangerang Bongkar Rumah di Ciledug

Kamis, 25 Agustus 2016 | 18:00

TANGERANGNews.com-Pemerintah kota (Pemkot) menertibkan tiga unit bangunan rumah dan tempat usaha yang ada di Kelurahan Peninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (25/8/16). Penertiban bangunan seluas 1.300 meter persegi itu dilakukan karena b

TOKOH
Cerita Creator Lobu Djoko Hartanto Tanamkan Anak Indonesia Pada Budi Pekerti

Cerita Creator Lobu Djoko Hartanto Tanamkan Anak Indonesia Pada Budi Pekerti

Minggu, 19 Juni 2016 | 17:15

TANGERANGNews.com-Permainan anak serta cerita yang ‘sehat’ di zaman seperti saat ini susah dicari. Hal itu lah yang melatar belakangi Djoko Hartanto untuk membuat story telling yang benar-benar menghibur dan menitik beratkan kepada budi pekerti sehingga

TEKNO
Pengguna Android Terancam Dimata-matai

Pengguna Android Terancam Dimata-matai

Kamis, 18 Agustus 2016 | 11:45

TANGERANGNews.com - Firma keamanan Lookout menemukan bug pada Android KitKat ke atas. Ini berpotensi menyerang 80 persen perangkat Android yang beredar di pasaran.

"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir."

W.A. Nance