Connect With Us

KPU Harap Tak ada Provokasi Jelang Pemungutan Suara

Dira Derby | Rabu, 21 Agustus 2013 | 21:02

| Dibaca : 1125

Sosialisasi Pilkada Kota Tangerang di Pokja (Denny Bagus Irawan / TangerangNews)


TANGERANG
-KPU Banten  berharap petugas KPPS di Pilkada Kota Tangerang tidak berpihak, apalagi sampai terlihat terlalu memihak pada salah satu calon. Sebab, hal itu dapat menyulut adanya provokasi massa dari pasangan calon untuk berupaya agar Pilkada yang akan digelar pada 31 Agustus 2013 besok digagalkan.

Itu dikatakan anggota KPU Provinsi Banten, Syaiful Bahri dalam acara sosialisasi Pilkada Kota Tangerang di markas Pokja Wartawan Harian Tangerang, Rabu (21/08).


"Pengalaman saya di Cilegon, karena ketidak cermatan petugas KPPS. Pengetahuan saksi yang minim antar saksi calon yang lain juga bisa jadi masalah.KPPS tidak boleh terlalu berlebihan terang-terangan dan terbukti memihak. Saya tidak bisa menjamin bisa kondusif jika seperti itu. Tetapi saya percaya, melihat para pemimpin calon di sini, tak akan ricuh," ujarnya.


KPU juga meminta media massa tidak terlalu mempersoalkan perubahan dalam Pilkada soal ketiadaan kartu pemilih.

"Era-nya Syafril memang ditiadakan untuk mengirit dana. Jadi kartu pemilih diganti dengan C6 atau formulir pemilih. Soal pertanyaan lain-lain, saya tidak tahu. Seandainya saya jadi Syafril, saya akan jawab. Tetapi karena kita mengambil alih,  kita harus hormati maksud dan tujuannya," terangnya.

Syaiful juga mengatakan, sebenarnya pada Pemilu  2009  juga tidak ada kartu pemilih. "Jadi kalau bicara tradisi, memang pada 2009 lalu tidak ada. Kecuali pada Pilgub kemarin ada," terangnya.