Connect With Us

Terdakwa Pemotong Kelamin Jalani Sidang Pincang

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 17 September 2013 | 17:26

Neneng saat sidang terlihat pincang (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANG-Neneng binti Nacing, 22, terdakwa kasus pemotongan kelamin, telihat berjalan pincang saat hadir dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (17/9). Saat datang dan meninggalkan ruang sidang, dia dipapah oleh keluarganya.

Menurut Kuasa Hukum Neneg, Eka Purnama Sari, kliennya pincang karena kaki kanannya terkilir ketika berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang. “Iya pincang. Katanya dia jatuh dan keseleo, tapi dia belum bilang sebabnya, Saya baru tahu tadi, belum sempat cerita,” katanya usai persidangan.

 Eka menambahkan bahwa Neneng sempat minta tukang urut untuk mengobati kakinya yang terkilir. “Tadi dia minta tukang urut, ya nanti akan dibawakan ke Lapas,” katanya.

 Seperti diketahui, sidang pemotongan kelamin hari ini batal digelar. Pasalnya, korban, Abdul Muhyi, tidak bisa hadir sebagai saksi dalam persidangan karena sakit. Sementara dua saksi lainnya yang dijawdalkan hadir juga tidak datang.

 Ketidak hadiran Muhyi disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Saprudin melalui surat keterangan sakit dari dokter. Dalam dalam surat tersebut disebutkan bahwa Abdul Muhyi sedang sakit sehingga membutuhkan istirahat selama 3 hari mulai tanggal 16-18 September 2013. Namun tidak disebutkan sakit yang dideritanya.

 Akhirnya sidang ditunda pekan depan pada Selasa (24/9) dengan agenda yang sama yakni pemeriksaan saksi.
KOTA TANGERANG
Mau Ada Syuting Film Lisa BLACKPINK, Sirine Pintu Air 10 Kembali Berbunyi

Mau Ada Syuting Film Lisa BLACKPINK, Sirine Pintu Air 10 Kembali Berbunyi

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:33

Sirine peringatan di kawasan Pintu Air 10, Kota Tangerang, kembali berbunyi pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 01.40 WIB dini hari usai sebelumnya sempat diguyur hujan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill