Connect With Us

Putusan Sela MK Tak Pengaruhi Kemenangangan Arief-Sachrudin

Rangga A Zuliansyah | Minggu, 6 Oktober 2013 | 20:34

| Dibaca : 1249

Ray Rangkuti (mata / mata)

TANGERANG - Putusan sela Mahkamah Konstitusi  (MK) terhadap persilisihan Pemilukada Kota Tangerang, dinilai tidak akan menganggu hasil perolehan suara yang diraih pasangan Arief-Sachrudin. Sebab, amar putusan MK kepada KPU, dinilai sebagai bentuk untuk merapihkan proses administrasi peserta Pemilukada.

 Selain itu, dugaan suap kepada Akil Mochktar, perlu juga diusut terkait adanya dugaan terhadap putusan Pemilukada Kota Tangerang sebab keputusannya dilakukan bersamaan dengan Kabupaten Lebak. Apalagi, tidak ditemukannya pelanggaran Terstruktur, Masif dan Sistematis yang menjadi alasan MK memerintahkan Pemungutan Suara Ulang seperti di Kabupaten Lebak.


    Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti ditemui usai acara keterangan pers terkait penangkapan Tubagus Chaery Wardana yang menyuap hakim MK, Akil Mochtar dalam kasus Pemilukada

    Ray mengatakan, penundaan sidang sengketa Pemilukada Kota Tangerang dikarenakan adanya proses administrasi yang dinilai MK belum dilengkapi KPU yakni tes kesehatan pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot dan verifikasi dukungan Partai Hanura kepada pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar dan Ahmad Marju Kodri-Gatot.

    "KPU sebelumya tidak melakukan hal itu karena bersumber dari putusan DKPP. Namun, MK meminta untuk dilengkapi. Jadi, tidak akan menganggu hasil perolehan suara. Sebab, MK hanya menunda, bukan membatalkan keputusan KPU terkait penetapan wali kota terpilih," ujarnya.

    Mengenai ditangkapnya Akil Mochtar, Ray menuturkan, agar hakim MK yang nantinya menggelar sidang sengketa Pemilukada Kota Tangerang untuk melihat kasusnya secara jelas.


   Sebab, Akil Mochtar yang sebelumnya memutuskan kasus ini hingga adanya penundaan, dinilainya bermasalah. "Sebab, perlu ditelusuri juga dugaan korupsi pemilukada lainnya termasuk Kota Tangerang. Apalagi, banyak saksi di daerah lain yang mengungkapkan tentang suap kepada Akil," ujarnya.


   Ray juga meminta agar kasus perselisihan hasil pemungutan suara, tidak dicampur dengan masalah kewenangan DKPP. Melainkan dilakukannya sidang terpisah terkait kewenangan DKPP dan terdapatnya aduan tersendiri.


   "MK membahas terkait perselisihan hasil pemungutan suara namun mempersoalkan tentang kewenangan DKPP. Ini yang harus dilihat hakim MK nantinya. Sebab, perolehan suara sudah dinilai syah," ujarnya.    
HIBURAN
Reza Punya Bukti Baru, Indra Bekti Makin Terpojok

Reza Punya Bukti Baru, Indra Bekti Makin Terpojok

Selasa, 9 Februari 2016 | 06:03

TANGERANG – Setelah melaporkan Indra Bekti ke Polda Metro Jaya, Reza Pahlevi terus mengumpulkan bukti. Pihaknya mengaku sudah memiliki bukti baru.

KAB. TANGERANG
Diduga Sudah Kebal, Nyamuk Kabupaten Tangerang Diteliti Kemenkes

Diduga Sudah Kebal, Nyamuk Kabupaten Tangerang Diteliti Kemenkes

Selasa, 9 Februari 2016 | 23:55

“Apakah nyamuk itu sudah kebal dan mutasi gen, apa bagaimana? kita belum tahu karena masih dalam penelitian Kemenkes, kita juga terus lakukan kesiapsiagaan baik dari tenaga medis maupun sarana dan prasarananya, “ tuntasnya.

SPORT
Kompetisi ISL Berhenti, Tarkam Jadi Solusi

Kompetisi ISL Berhenti, Tarkam Jadi Solusi

Selasa, 9 Februari 2016 | 08:34

TANGERANG – Berhentinya kompetisi Indonesia Super League (ISL) membuat sejumlah pemain profesional tak segan bermain di kompetisi tarikan kampung (tarkam). Salah satunya adalah turnamen Paguyuban Bujay Bersatu (PBB) Cup 2016 yang digelar di Lapangan Kampu

BANTEN
Kajati Banten Tinjau Bangunan SD Bugel Serang yang Buruk

Kajati Banten Tinjau Bangunan SD Bugel Serang yang Buruk

Jumat, 29 Januari 2016 | 12:51

Kajati Banten, Eli Syahputra pada Kamis (28/1/2015) pagi membawa serta anak buahnya melihat buruknya kondisi bangunan di SD Negeri Bugel, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

"Kejahatan akan menang jika orang benar sudah tidak melakukan apa-apa "

Jenderal Soedirman