Connect With Us

Putusan Sela MK Tak Pengaruhi Kemenangangan Arief-Sachrudin

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 6 Oktober 2013 | 20:34

| Dibaca : 1392

Ray Rangkuti (mata / mata)

TANGERANG - Putusan sela Mahkamah Konstitusi  (MK) terhadap persilisihan Pemilukada Kota Tangerang, dinilai tidak akan menganggu hasil perolehan suara yang diraih pasangan Arief-Sachrudin. Sebab, amar putusan MK kepada KPU, dinilai sebagai bentuk untuk merapihkan proses administrasi peserta Pemilukada.

 Selain itu, dugaan suap kepada Akil Mochktar, perlu juga diusut terkait adanya dugaan terhadap putusan Pemilukada Kota Tangerang sebab keputusannya dilakukan bersamaan dengan Kabupaten Lebak. Apalagi, tidak ditemukannya pelanggaran Terstruktur, Masif dan Sistematis yang menjadi alasan MK memerintahkan Pemungutan Suara Ulang seperti di Kabupaten Lebak.


    Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti ditemui usai acara keterangan pers terkait penangkapan Tubagus Chaery Wardana yang menyuap hakim MK, Akil Mochtar dalam kasus Pemilukada

    Ray mengatakan, penundaan sidang sengketa Pemilukada Kota Tangerang dikarenakan adanya proses administrasi yang dinilai MK belum dilengkapi KPU yakni tes kesehatan pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot dan verifikasi dukungan Partai Hanura kepada pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar dan Ahmad Marju Kodri-Gatot.

    "KPU sebelumya tidak melakukan hal itu karena bersumber dari putusan DKPP. Namun, MK meminta untuk dilengkapi. Jadi, tidak akan menganggu hasil perolehan suara. Sebab, MK hanya menunda, bukan membatalkan keputusan KPU terkait penetapan wali kota terpilih," ujarnya.

    Mengenai ditangkapnya Akil Mochtar, Ray menuturkan, agar hakim MK yang nantinya menggelar sidang sengketa Pemilukada Kota Tangerang untuk melihat kasusnya secara jelas.


   Sebab, Akil Mochtar yang sebelumnya memutuskan kasus ini hingga adanya penundaan, dinilainya bermasalah. "Sebab, perlu ditelusuri juga dugaan korupsi pemilukada lainnya termasuk Kota Tangerang. Apalagi, banyak saksi di daerah lain yang mengungkapkan tentang suap kepada Akil," ujarnya.


   Ray juga meminta agar kasus perselisihan hasil pemungutan suara, tidak dicampur dengan masalah kewenangan DKPP. Melainkan dilakukannya sidang terpisah terkait kewenangan DKPP dan terdapatnya aduan tersendiri.


   "MK membahas terkait perselisihan hasil pemungutan suara namun mempersoalkan tentang kewenangan DKPP. Ini yang harus dilihat hakim MK nantinya. Sebab, perolehan suara sudah dinilai syah," ujarnya.    
AYO! TANGERANG CERDAS
5 Persiapan Berkunjung ke BIG Bad Wolf Book Sale di ICE BSD Tangerang

5 Persiapan Berkunjung ke BIG Bad Wolf Book Sale di ICE BSD Tangerang

Senin, 24 April 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pameran buku terbesar se Asia Tenggara, The Big Bad Wolf Book Sale resmi dibuka pada hari Kamis 21 April lalu. Pameran akan berlangsung hingga 2 Mei 2017 mendatang.

KAB. TANGERANG
Hindari Senggolan, Truk Pertamina Nyangkut di Separator Jalan di Balaraja

Hindari Senggolan, Truk Pertamina Nyangkut di Separator Jalan di Balaraja

Minggu, 28 Mei 2017 | 13:00

TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan tunggal terjadi pada truk pengakut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina dengan nomor polisi B-9083-SEH di Fly Over Balaraja, Minggu (28/5/2017).

OPINI
Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Rabu, 8 Maret 2017 | 07:00

Perempuan bukan hanya sekedar pelampiasan hasrat semata, tapi juga sebagai gerbang peradaban, yang sering kali menjadi korban kekuatan patriakhi. Pada beberapa hal, perempuan sering menjadi objek eksploitasi, baik dalam rumah tangga, kantor, pabrik, jalan

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

"Satu-satunya cara melakukan sebuah pekerjaan yang luar biasa adalah dengan mencintai apa yang sedang Anda kerjakan."

Steve Jobs