Aplikasi Bantu Cari Jadi Solusi Digital Lacak Barang hingga Orang Hilang
Jumat, 9 Januari 2026 | 15:33
Kehilangan barang, hewan peliharaan, hingga anggota keluarga kini tak lagi harus dihadapi sendirian.
TANGERANGNEWS.com-Seorang kuli bangunan, Didi, 47, ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Jalan HR Rasuna Said, RT 3/2, Kampung Cipete, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (5/12) siang. Didi diduga tewas karena sakit sejak dua hari yang lalu, karena jenazahnya sudah membengkak.
Pemilik kontrakan, H Yayat mengatakan, koban asal Cirebon ini tinggal sendiri di kontrakan. Menurutnya, sejak dua hari lalu, korban tidak keluar rumah.
"Biasanya dia selalu salat subuh di Masjid Nuurul Haq di samping kontrakan. Tapi dari hari Selasa kemarin dia tidak kelihatan. Tapi saya tidak curiga karena tidak ada bau dari kontrakan," katanya.
Korban diketahui tewas setelah keluarganya datang ke kontrakan. Mereka merasa curiga karena korban tidak bisa dihubungi sejak dua hari lalu. Namun, mereka tidak bisa masuk kontrakan, karena dikunci dari dalam.
"Akhirnya dengan bantuan warga sekitar, kontrakan didobrak dari belakang. Saat itu baru tercium bau busuk. Pas dilihat, ternyata dia sudah meninggal dengan posisi terlentang di lantai. Badannya sudah membiru," kata H Yayat.
Kapolsek Cipondoh Kompol Suyono mengatakan, korban dipastikan tewas karena sakit karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. "Dia sakit, tapi belum diketahui sakit apa, sedang divisum di RSUD Tangerang. Korban diperkirakan meninggal dua hari lalu karena badannya sudah biru dan membengkak," tukasnya. (RAZ)
Kehilangan barang, hewan peliharaan, hingga anggota keluarga kini tak lagi harus dihadapi sendirian.
TODAY TAGPasca didemo oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) terkait penangan sampah, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, langsung angkat bicara.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews