Connect With Us

Makam di Batuceper Tangerang Kerap Dikunjungi Orang yang Ingin Sakti

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 18 Desember 2013 | 15:09

| Dibaca : 27974

Makam di Batuceper Tangerang ramai kalau malam Jumat (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANGNEWS.com-Makam Syech Tubagus Zakaria atau di sebut dengan nama lain Tumenggung Raden Arya Santika,  ulama asal Arab yang Hijrah ke Indonesia guna menyiarkan syariah Islam yang terletak di Jalan Simpati RT 04/02 Batuceper Selatan, Kota Tangerang banyak di kunjungi para penziarah.

Kuncen atau juru kunci makan tersebut, yakni Ahmad Syaihu mengaku, makam tersebut kini menjadi makam keramat karena banyak warga yang sengaja datang sejak malam sampai pagi hari untuk bertapa.

"Kalau mau lihat ramainya, datang malam Jumat. Pasti banyak yang bertapa di dekat makam. Dari ba'da Isya sampai dengan menjelang Subuh.Mereka kebanyakan datang kesini,karena ada maksud maksud tertentu, seperti minta rejeki, agar sakti.  Namun saya selaku kuncen makam ini tetap mengingatkan kepada penziarah untuk tetap berniat ziarah saja,” katanya.

Dia mengaku, sering melihat warga membawa makan-makanan dan alat pusaka ke makam. Tetapi, dirinya sendiri tidak bisa melarang para pengunjung yang datang untuk membawa itu semua.
“Saya Cuma bilang agar tidak ada niat apa pun,itu saja,” katanya.
 
Selain warga, dirinya juga kerap melihat beberapa kyai datang. Namun, mereka biasanya datang ke makam,  karena sebelumnya sudah bertemu Syeh lewat mimpi.
 
Usia makam tersebut, kata dia, sudah berumur ratusan tahun. Awal warga mulai berdatangan, karena mendengar informasi makam tersebut mengeluarkan wewangian kasturi dan kenanga.

“Dari situ mulai ramai,” katanya.
Sebelumnya, makam itu sempat dipindah dari pinggir jalan raya Batuceper ke lokasi saat ini. “Dalam cerita pemindahan makam tersebut pohon asem yang berada di samping makan tersebut tidak bisa di rubuhkan oleh mobil traktor. Bahkan mobil traktor tersebut yang mengalami patah di bagian besi besinya,saya sendiri menyaksikan nya,” katanya.

Setelah memanggil para kyai dari Cirebon,  baru lah Pohon asem tersebut bisa di robohka. Kemudian setelah itulah baru makam Syech Zakaria Ariasantika yang di gali guna pemindahan makam.

“Dalam penggalian makam pun terjadi keanehan, makam tersebut ketika hendak di gali mengeluarkan percikan api,dan berbau wangi bunga kenang. Namun, setelah di bimbing oleh ketiga kyai dari Cirebon itulah baru bisa di gali,dan terlihat mayat tersebut masih rapih terbungkus kain kafan lengkap dengan tulang belulangnya,”katanya.

Bahkan di dalam pemakaman tersebut didapati keris, batu koclak dan Al quran stambul berukuran 2X3 yang terlihat masih utuh. “Sekarang benda yang masih ada hanya lah sebuah keris berukuran kurang lebih 50 cm yang di pegang oleh kakak sepupu saya,”tambahnya. (RAZ)

BANDARA
KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Soetta

KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Soetta

Rabu, 25 November 2020 | 13:18

TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Rabu (25/11/2020) dini hari

WISATA
Menikmati Suasana Asri di Situ Lengkong Tangsel

Menikmati Suasana Asri di Situ Lengkong Tangsel

Sabtu, 13 Juni 2020 | 13:00

TANGERANGNEWS.com-Di tengah hiruk pikuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ternyata terdapat ruang terbuka hijau yang menjadi tempat favorit

BANTEN
Benteng Speelwijk Jadi Saksi Kejayaan Kesultanan Banten

Benteng Speelwijk Jadi Saksi Kejayaan Kesultanan Banten

Minggu, 22 November 2020 | 12:15

TANGERANGNEWS.com—Benteng Speelwijk merupakan destinasi wisata yang telah dikenal masyarakat sebagai tempat wisata yang memiliki kaitan erat dengan masa kejayaan Belanda di Indonesia

KOTA TANGERANG
Ini Raperda yang Sudah Disahkan DPRD Tangerang 

Ini Raperda yang Sudah Disahkan DPRD Tangerang 

Kamis, 3 Desember 2020 | 21:00

TANGERANGNEWS.com—DPRD Kota Tangerang telah membahas 13 dari 21 Raperda yang masuk kedalam Program Legislasi Daerah (Prolegda). Enam Raperda diantaranya telah disahkan menjadi peraturan daerah (Perda)

"Putuskan Hubungan pada orang palsu untuk alasan yang benar. Bukan memutuskan orang benar dengan alasan Palsu."

Rather Aadil