Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Banjir juga terjadi di Jalan Prof . Dr Hamka, Taman Asri, Larangan, Kota Tangerang. Ketinggian air hampir sama dengan yang terjadi di Perumnas tiga dan empat, yakni sebetis orang dewasa, Minggu (12/1).
Hujan dengan intensitas sedang memang hampir merata di Tangerang. Akibatnya, di Jalan Prof. Dr Hamka tersebut, satu kendaraan roda dua mogok serta satu mobil box juga terjebak banjir.
Sedangkan di Perumnas empat, Jatiuwung, Kota Tangerang banjir paling dalam setinggi lutut orang dewasa. Banjir juga nyaris memutus jalan raya di sana. Bahkan beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat yang nekat menerobos banjir mogok di tengah jalan.
Pemukiman padat penduduk yang merupakan wilayah langganan banjir ini, mulai terendam banjir sejak Minggu siang.
Buruknya sistem drainase dituding warga menjadi penyebab utama banjir yang merendam pemukiman warga dalam waktu yang lama. Ironisnya, hal tersebut selalu luput dari perhatian Pemerintah Kota Tangerang , meski warga telah melaporkannya . “Warga di sini berharap agar pemerintah cepat tanggap dalam menanggulangi masalah banjir yang kerap terjadi , terlebih saat ini memasuki musim penghujan ekstrem,” ujar warga Perumnas empat itu.
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGPolres Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan gugurnya personel TNI Angkatan Darat (AD), Prada ABS, 21 di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang
Di tengah masifnya penggunaan media sosial dan layanan digital, ancaman kejahatan siber kian mengintai celah keamanan finansial masyarakat.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews