Connect With Us

Ironi Warga Benda yang Terisolir Jalan Rusak

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 26 Maret 2014 | 19:39

| Dibaca : 2694

Ismail Ketua RT 04/08 Kampung Kresek Asin, Kelurahan Benda, Kota Tangerang (Rangga / TangerangNews)

TANGERANG-Meski berada di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, mimpi ratusan warga yang berada di Kampung Beting dan Kampung Kresek Asin RT 04/08, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang untuk menikmati jalan bagus  tak sesuai yang diharapkan.

Petaka itu datang, sejak  tujuh tahun lalu. Disebutkan warga, sejak tujuh tahun dibangun jalan lingkar luar perimeter utara, sepanjang 2 Km lebih, tak kunjung mulus jalannya. Hal itu  membuat warga setempat terisolir. Karena jalan itu rusak berat.

Ismail  Ketua RT 04/08 Kampung Kresek Asin, Kelurahan Benda, Kota Tangerang mengaku,  jalan itu merupakan  akses warga satu-satunya menuju dunia luar tersebut.

"Warga bahkan sudah beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa. Bahkan kita sempat minta PT Angkasa Pura II untuk segera memperbaiki jalan tapi tidak juga digubris," ujar Ismail, warga Kampung Kresek Asin, ketika ditemui di lokasi, Rabu (26/3).

Bahkan kata dia,  Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta,  Bram Bharoto Tjiptadi dan General Affairs Bandara Soekarno-Hatta  Yudistiawan sempat datang ke lokasi.

"Dua bulan yang lalu keduanya  menjanjikan akan memperbaiki jalan ini setelah musim hujan, namun hingga akhir Maret 2014 ini tak kunjung ada kejelasannya," tambah Ismail.

Abbas warga lainnya mengatakan, hal yang serupa dirinya menuding pihak PT Angkasa Pura II tidak memperhatikan dan terkesan tutup mata terhadap penderitaan yang dialami warga.  "Sudah beberapa kali warga kami yang jatuh akibat jalan rusak tersebut. Jika keluhan warga ini tak juga ditanggapi oleh pihak pengelola bandara, maka warga akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar dari sebelumnya," tandasnya.

Masih menurut Abbas, diperkirakan ada sekitar 170 Kepala Keluarga (KK) yang terisolir akibat buruknya infrastruktur jalan.

Padahal di jalan yang sama, namun masuk wilayah Kabupaten Tangerang kondisinya jauh lebih baik daripada jalan yang berada di wilayah  Kota Tangerang. "Masa, jalan di Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang sudah dibeton sedangkan jalan di wilayah Kota Tangerang yang justru bersebelahan langsung dengan bandara, jangankan beton aspal pun sudah rusak parah. Bahkan sulit dilewati oleh kendaraan roda empat," tuturnya.

Warga menurut Abbas, warga hanya ingin akses jalan diperbaiki. "Kami juga berharap Pemkot Tangerang tidak tutup mata dan terkesan menganaktirikan kami. Seharusnya Pemerintah turun," tegasnya, seraya mengatakan kalau malam tiba daerah itu tak ada lampu penerangan jalan.

KOTA TANGERANG
Hati-hati! Jalan Rusak di Tangerang Saat Musim Hujan

Hati-hati! Jalan Rusak di Tangerang Saat Musim Hujan

Senin, 21 Januari 2019 | 13:00

TANGERANGNEWS.com-Bagi pengendara roda dua, harap berhati-hati di jalan saat musim penghujan. Pasalnya banyak sejumlah jalan di Kota Tangerang mengalami kerusakan dan berlumpur yang dapat memicu kecelakaan.

NASIONAL
Tabrakan di Tol Kedaton, 6 Orang Luka Berat

Tabrakan di Tol Kedaton, 6 Orang Luka Berat

Minggu, 13 Januari 2019 | 17:00

TANGEARNGNEWS.com-Enam orang dikabarkan mengalami luka berat akibat kecelakaan antara Bus Asli Prima dengan truk tronton di Jalan Tol Jakarta-Merak, tepatnya di gerbang tol Kedaton, Cikupa,a Minggu (13/1/2018).

KAB. TANGERANG
Kebanyakan Makan Durian, Supir Angkot di Curug Tewas

Kebanyakan Makan Durian, Supir Angkot di Curug Tewas

Minggu, 20 Januari 2019 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Seorang sopir Angkutan Kota (Angkot) bernama Adie Syarifudin,53, ditemukan tak bernyawa dan bersimbah darah.

MANCANEGARA
Ini Dia Makanan Sultan, Steak Berlapis Emas Seharga Rp5,8 Juta

Ini Dia Makanan Sultan, Steak Berlapis Emas Seharga Rp5,8 Juta

Senin, 19 November 2018 | 14:43

TANGERANGNEWS.com-Makanan berlapis emas bukan sesuatu yang asing lagi saat ini. Kini banyak restoran yang menyediakan menu tersebut, seiring

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi seperti apa yang Anda inginkan."

George Elliot