Connect With Us

KPU Kota Tangerang Mulai Lipat Surat Suara

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 24 Juni 2014 | 17:49

KPUD Kota Tangerang mulai melakukan pelipiatan kertas surat suara (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANG-KPUD Kota Tangerang mulai melakukan pelipatan surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Selasa (24/6).
Ada sekitar 1.285.007 lembar surat suara yag dilipat di Kantor KPUD di Jalan Nyi Mas Melati, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
 
Ketua Divisi Logistik KPU Kota Tangerang Nurhalim mengatakan, surat suara tersebut telah diterima KPUD sejak Minggu (22/6) sekitar pukul 02.00 WIB. Total jumlah surat suara tersebut  1.285.007 lembar, yang mengacu pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1.259.879 orang plus dua persen surat suara tambahan.



“Surat suara ini terdiri dikemas dalam 643 boks dimana satu box berisi 2.000 lembar,” jelasnya.


 Pihaknya langsung melakukan pelipatan pada Selasa (24/6)  dengan memberdayakan warga sekitar sebanyak 101 orang. Setiap tenaga pelipat mendapat upah Rp 100 per lembar. Untuk surat suara yang rusak, Nurhalim belum mengetahui secara pasti.


“Hari pertama pelipatan baru kita temukan lima lembar surat suara robek. Jumlah ini bisa saja bertambah, kita sedang sortir,” katanya.


 Nurhalim menargetkan pelipatan surat suara selesai dalam waktu lima hari. Kemudian akan langsung didistribusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada tanggal 29-30 Juni.


“Mudah-mudahan bisa segera tiba di TPS sebelum hari H,” tukasnya.
 Sementara logistik tambahan seperti tinta, menurutnya sudah tiba. Hanya tinggal formulir yang belum. Pihaknya juga akan menggunakan bilik dan kotak suara bekas Pileg pada Pilpres nanti.


“Untuk kotak suara kita gunakan yang almunium. Tiap TPS akan kita tempatkan dua kotak suara,” jelasnya.
 
TagsKPU
NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill