Connect With Us

Mimpi Arief Stasiun dan Terminal Poris Nyatu Menjadi Intermoda

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 3 Februari 2015 | 20:36

Arief saat melakukan tinjau lokasi ke Stasiun Poris. (Rangga / TangeranNews)

TANGERANG-Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mewacanakan adanya pusat intermoda dengan mengabungkan stasiun dan terminal Poris Plawad menjadi satu.

Hal itu dimaksudkannya agar penumpang yang dari DKI Jakarta dan sejumlah daerah di Tangerang, seperti Tangsel dan Kabupaten Tangerang serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa terpusat di sana untuk pergi ke sejumlah kota besar Indonesia.

“Dari sini kan bisa kemana saja, ke kota-kota besar yang ada di Indonesia. Kalau pemerintah pusat kepengen di Manggarai, tetapi kan sebelum sampai sana saja sudah macet. Kalau di sini kan bisa diakses dari mana saja,” ujarnya.
Sedangkan kalau di Tangerang, kata dia, ada banyak pilihan.  

“Sangat memungkinkan kita satukan. Terminal dijadikan lokasi parkir nantinya, seperti park and ride dan lokasi bisnis lainnya.  Ada Tujuh pilihan di sini, kereta ekperess bandara, KRL, bus , AKAP, Busway, APTB, dan angkot,” katanya.  
 
 
WISATA
7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:36

Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill