Connect With Us

Pemulung di Ciledug Temukan Mayat Bayi dibungkus Kain

Denny Bagus Irawan | Rabu, 4 Maret 2015 | 09:34

Ilustrasi Bayi (Merdeka / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com-Warga Kelurahan Sudimara Timur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang pagi tadi dihebohkan dengan penemuan mayat bayi.  Sebab, bayi tersebut diikat di dalam tas dan dibungkus kain bermotif kotak-kota warna hitam kemerahan.

 

Adapun mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Hasan seorang pemulung yang merupakan warga Joglo, Jakarta Barat.

 

Dirinya yang tengah mengais sampah terkejut saat membuka tas berwarna merah ternyata berisi mayat bayi yang diperkirakan baru meninggal.

Hasan menemukannya sekitar pukul 06.00 WIB, di tempat sampah Jalan HOS Cokroaminoto depan Galaxy RT 1/5, Kelurahan Sudimara Timur, Ciledug , Kota Tangerang. “Pas saya buka ternyata ada mayat bayi, saya kasih tahu warga. Jadi heboh dan di laporkan ke Polsek Ciledug,” ujarnya.

 

Petugas Polsek Ciledug yang menerima laporan tersebut menduga, mayat tersebut memang baru meninggal. Selain itu jenazah mayat bayi perempuan tersebut juga diduga adalah hasil hubungan gelap.  Kini petugas Polsek Ciledug tengah menyelidikinya. Sedangkan mayat bayi malang tersebut telah berada di kamar mayat RSUD Kabupaten Tangerang .         

 

 

BISNIS
Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, Bank Indonesia Bakal Lakukan Intervensi

Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, Bank Indonesia Bakal Lakukan Intervensi

Selasa, 5 Mei 2026 | 18:14

Bank Indonesia buka suara setelah nilai tukar rupiah menyentuh kisaran Rp17.400 per dolar AS, salah satu level terlemah di tengah tekanan global.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill