Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANG-Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Wahidin Halim menggelar reses di dekat rumanya di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang guna menyerap aspirasi pada masyarakat setempat, Sabtu (7/3) malam.
Dalam reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan mulai dari maraknya aksi begal yang telah membuat masyarakat menjadi resah dan sering terlambatnya intensif para guru.
"Sekarang sering terjadi, pembayaran insentif lambat. Nilakinya juga belum naik-naik," keluah salah seorang guru.
Selain itu warga juga mengaku bingung mengurus BPJS, keluhan mengurus dokumen kependudukan yang dinilai semakin semerawut, perbaikan infranstruktur yang tak kunjung selesai, hingga naiknya harga beras.
Ada juga yang mengeluhkan soal banyaknya pembangunan patung-patung oleh pemerintah setempat yang dinilai tak memiliki kejelasan manfaatnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini akan menyampaikannya ke pemerintah sempat. Dia juga akan mendorong pemerintah agar keluhan warga ini bisa segera ditanggapi.
"Saya akan lebih banyak mendengar dan menyerap dulu, apa yang menjadi harapan, keluhan, dan aspirasi bapak, ibu serta saudara semua. Kemudian akan tunaikan dan perjuangkan aspirasinya sesuai kemampuan dan kewenangan saya," kata politisi Partai Demokrat Demokrat ini.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGRibuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng
Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Sebanyak 75 anak usia dini dari keluarga berpenghasilan rendah di kawasan BSD City dan sekitarnya resmi dinyatakan lulus dari program Pembinaan Anak Usia Dini dan Parenting (PASP) Do & Learn Angkatan XII.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews