Connect With Us

Reses di dekat rumah, Warga Keluhkan Patung ke Wahidin Halim

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 8 Maret 2015 | 17:54

| Dibaca : 2454

Reses di dekat rumah, Patung ke Wahidin Halim (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 

TANGERANG-Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Wahidin Halim menggelar reses di dekat rumanya di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang guna menyerap aspirasi pada masyarakat setempat, Sabtu (7/3) malam.

 

Dalam reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan mulai dari maraknya aksi begal yang telah membuat masyarakat menjadi resah dan sering terlambatnya intensif para guru.

 "Sekarang sering terjadi, pembayaran insentif lambat. Nilakinya juga belum naik-naik," keluah salah seorang guru.

 

Selain itu warga juga mengaku bingung mengurus BPJS, keluhan mengurus dokumen kependudukan yang dinilai semakin semerawut, perbaikan infranstruktur yang tak kunjung selesai, hingga naiknya harga beras.

Ada juga yang mengeluhkan soal banyaknya pembangunan patung-patung oleh pemerintah setempat yang dinilai tak memiliki kejelasan manfaatnya.

 

Menanggapi keluhan masyarakat, mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini akan menyampaikannya ke pemerintah sempat. Dia juga akan mendorong pemerintah agar keluhan warga ini bisa segera ditanggapi.

 

"Saya akan lebih banyak mendengar dan menyerap dulu, apa yang menjadi harapan, keluhan, dan aspirasi bapak, ibu serta saudara semua. Kemudian akan tunaikan dan perjuangkan aspirasinya sesuai kemampuan dan kewenangan saya," kata politisi Partai Demokrat Demokrat ini.

 

BANTEN
Tolak Pabrik Mayora, Mahasiswa dan Aktivis Semen Kaki di Kota Serang

Tolak Pabrik Mayora, Mahasiswa dan Aktivis Semen Kaki di Kota Serang

Rabu, 29 Maret 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Aksi penolakan berdirinya pabrik Mayora di Pandeglang terus dilakukan oleh kelompok mahasiswa dan aktivis. Kelompok yang tergabung dalam Aliansi Tolak Privatisasi Air (ATPA) tersebut menggelar aksi semen kaki di depan kampus IAIN Sultan

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

AYO! TANGERANG CERDAS
Mau jadi programer Handal, daftar ke Purwadhika sekarang

Mau jadi programer Handal, daftar ke Purwadhika sekarang

Jumat, 17 Maret 2017 | 14:00

"Dengan adanya Purwadhika, mereka bisa memperkuat ekosistem smart digital city. Sekolah dibidang digital, belum lulus pun sudah dapat menghasilkan ratusan juta rupiah. Karena sudah pasti banyak proyek-proyek besar, apalagi sudah lulus bisa triliunan," kat

"Ketika satu pintu tertutup, pintu-pintu lainnya terbuka, tetapi kita sering terlalu lama menatap dan menyesali pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka untuk kita."

Alexander Graham Bell