Connect With Us

Kakak korban pembantaian sadis bertemu Jin, Kisah Nyata atau Karangan?

Denny Bagus Irawan | Selasa, 23 Juni 2015 | 16:08

Lokasi kejadian atau rumah korban (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANG-Keterangan Muhammad Rizki Silaban,15, yang berubah-ubah membuat pihak kepolisian meragukan keterangannya. Bahkan, terakhir Rizki menyebut bahwa dirinya melihat  yang melakukan pembantaian dan pemerkosaan kepada adiknya adalah Putri Mariska Sakinah,13.

Hal itu terungkap saat wartawan TangerangNews.com bertanya, kalau polisi menduga Rizki calon tersangka atau pelakunya, apakah pelakunya tunggal, lalu siapa yang disebut Rizki pria berbadan tegap keluar dari rumahnya ? "Itu yang dia maksud adalah Jin. Jadi dia katanya melihat Jin, Jin yang berbadan tegap itu lah pelakunya," terang Sutarmo.

 
Nyata atau karangan pernyataan Rizki kepada pihak kepolisian soal pertemuannya dengan Jin. Sutarmo hanya tersenyum saat mengatakan itu.

Namun, Kanit Reskrim Polsek Ciledug AKP Affendi mengatakan, pihaknya akan memeriksa kejiawaan Rizki. Pemeriksaan kejiwaan tersebut rencananya akan dilakukan pada Selasa (23/6) hari ini.
  


BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

KAB. TANGERANG
Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit

Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:07

Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill