Connect With Us

WN Korea terjaring razia di Pinangsia Karawaci

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 12 September 2015 | 10:34

Sejumlah warga negara Korea yang tengah mengunjungi kawasan Pinangsia, Karawaci, Kota Tangerang, dirazia petugas gabungan dari Kantor Kesbangpol, Disnaker, Disdukcapil dan Imigrasi, Jumat (11/9). (Rangga A Zulianzyah / TangerangNews)


TANGERANGNEWS.com-Sejumlah warga negara Korea yang tengah mengunjungi kawasan Pinangsia, Karawaci, Kota Tangerang, dirazia petugas gabungan dari Kantor Kesbangpol, Disnaker, Disdukcapil dan Imigrasi, Jumat (11/9).

Lokasi yang menjadi target razia diantaranya restoran dan tempat hiburan. Dalam razia tersebut, petugas memeriksa kartu identitas dan izin tinggal mereka. Namun petugas tidak menemukan adanya pelanggaran.


Kepala Kantor Kesbangpol Kota Tangerang Temmy Mulyadi mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai pengawasan terhadap orang asing. Untuk Kesbangpol sendiri pengawasan lebih kepada pengaruh ideologi asing.

"Razia dilakukan tim gabungan sebanyak 24 orang. Dari aspek politik, jangan sampai masyarakat kita dipengaruhi ideologi asing yang sengaja ingin menghasut dan memecah belah," jelasnya.

Pihaknya mendata 15 orang WN Korea. Mereka semua bekerja sebagai tenaga ahli di perusahaan di Kota Tangerang. "Mereka punya izin menetap tinggal," katanya. (RAZ)

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Minta Warga Jangan Asal Beli Hewan Kurban, Cek Dulu Stiker Resminya

Pemkot Tangerang Minta Warga Jangan Asal Beli Hewan Kurban, Cek Dulu Stiker Resminya

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:53

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membeli hewan kurban dan memastikan lapak penjualan memiliki stiker resmi dari Pemkot Tangerang.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

BANTEN
Banyak Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan, Pemprov Banten Rombak Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

Banyak Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan, Pemprov Banten Rombak Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:04

TANGERANGNEWS.com-Ketidaksesuaian antara jurusan yang dibuka di SMK dengan kebutuhan riil dunia industri menjadi salah satu pemicu tingginya Angka Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill