Connect With Us

Kena Turap Cisadane, Musala Al-Ittihad Tangerang akan jadi Masjid Apung

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 25 September 2015 | 19:03

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat memantau lokasi Kali Cisadane yang sedang dilakukan penurapan sepanjang 1450 meter, Jumat (25/09). (Rangga A Zulianzyah / TangerangNews)


TANGERANG-Mushola Al-Ittihad di di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Babakan, yang terletak persis dipinggir Kali Cisadane terkena proyek penurapan, sehingga harus dibongkar. Namun sebagai gantinya, Pemerintah Kota Tangerang akan membangun Floating Mosque (Masjid Terapung) di lokasi tersebut.

 

"Disanakan ada Mushola Al Ittihad yang harus dibongkar karena kena proyek penurapan, makanya sebagai gantinya kita bangun Floating Mosque," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat memantau lokasi Kali Cisadane yang sedang dilakukan penurapan sepanjang 1450 meter, Jumat (25/09).

 

Selain karena terkena proyek, Mushola yang berdiri sejak tahun 1960-an menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga Kelurahan Babakan tersebut, kerap terkena abrasi Kali Cisadane hingga bagian belakang Mushola longsor.#Cisadane Tangerang

 

“Karena itu lebih baik ditata. Floating Masjid ini diharapkan menjadi landmark baru di Kota Tangerang.  Tahun ini desainnya selesai, tahun depan bisa langsung dibangun," jelas Arief.

 

Dikatakan Arief, penurapan Kali Cisadane tersebut diharapkan mampu meminimalisir resiko bencana banjir di Wilayah Barat Kota Tangerang. Untuk pengendalian banjir di wilayah barat Kota Tangerang, yakni Karawaci, Ciobodas, Priuk dan sekitarnya, Pemkot dengan bantuan pemerintah pusat juga akan melakukan normalisasi Kali Sabi dan Kali Cirarab sepanjang 850 meter.

 

"Itu untuk penanganan banjir kiriman, tapi terkait genangan di perumahan kita akan maksimalkan sumur resapan," paparnya.

 

Ditambahkannya, Pemkot Tangerang pada tahun ini juga akan melakukan penataan sempadan sungai berupa area publik taman khususnya di sekitar Jembatan Unis dan Jalan GJA Karawaci.


"Akhir tahun mudah-mudahan sudah kelar, sehingga masyarakat bisa menikmati keindahan Kali Cisadane sambil bermain di Taman yang telah terbangun," Ujarnya.

 

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Ivan Yudhianto menjelaskan bahwa rencana penataan kawasan pinggiran Kali Cisadane dilakukan pada semester kedua tahun 2015, meliputi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di 4 titik dan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di 4 kawasan.


"Untuk RTH kita akan bangun Tugu Benteng, Air Mancur Meriam, Air Mancur Plaza Benteng Jaya dan Tribun di Taman Dadang Suprapto. Kalau PJU nanti tersebar di Jalan Benteng Jaya dan juga Dadang Suprapto,” Imbuhnya..#Landmark Kota Tangerang

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran SPMB Banten 2026 Segera Dibuka, Ini Perbedaan Jalur SMA, SMK, dan SKh

Pendaftaran SPMB Banten 2026 Segera Dibuka, Ini Perbedaan Jalur SMA, SMK, dan SKh

Kamis, 23 April 2026 | 18:53

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten segera membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.

BISNIS
Damessa Family Dental Care Hadir di Gading Serpong dengan 6 Layanan Spesialis

Damessa Family Dental Care Hadir di Gading Serpong dengan 6 Layanan Spesialis

Senin, 27 April 2026 | 22:27

Kabar gembira bagi masyarakat Tangerang, khususnya di kawasan Gading Serpong dan sekitarnya. Damessa Family Dental Care, klinik gigi keluarga terpercaya yang telah berdiri sejak 2008, resmi mengumumkan ekspansi terbarunya dengan membuka cabang

TANGSEL
Atasi Banjir di Melati Mas, Pemkot Tangsel Bakal Bongkar Bangli dan Buat Sodetan Drainase

Atasi Banjir di Melati Mas, Pemkot Tangsel Bakal Bongkar Bangli dan Buat Sodetan Drainase

Kamis, 23 April 2026 | 23:26

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan langkah penanganan menyeluruh untuk mengatasi persoalan banjir di Kawasan Melati Mas, Kecamatan Serpong Utara.

OPINI
Larangan HP di Sekolah: Disiplin Sementara atau Reformasi Pendidikan?

Larangan HP di Sekolah: Disiplin Sementara atau Reformasi Pendidikan?

Senin, 27 April 2026 | 23:00

Kebijakan pembatasan penggunaan ponsel bagi siswa SMA/SMK di Banten resmi dimulai dari Kabupaten Tangerang. Dinas Pendidikan Provinsi Banten menerapkan aturan pengumpulan ponsel saat jam pelajaran serta melarang pembuatan konten

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill