Sambut Kelulusan Sekolah, Tangcity Mall Gelar Hobbyland Olympics 2026 untuk Pelajar dan Komunitas
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:31
Bulan Mei menjadi momentum spesial bagi para pelajar, mulai dari menghadapi ujian akhir hingga merayakan kelulusan.
TANGERANG-Diduga karena ditolak wanita idaman lain (WIL), seorang perwira pertama, yakni IPTU Budi Riyono yang menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Lantas di Polsek Cipondoh, Kota Tangerang nekat melakukan aksi tembak kepala dirinya sendiri, hingga tewas.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (31/10) pagi itu, memecah kesunyian rumah Helin Herliana di Cluster Griya Kenanga Blok D No.6 Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang yang menolak dinikahi lantaran sang polisi masih beristri.
Kapolsek Cipondoh Kompol Paryanto akhirnya mengatakan, wanita tersebut menolak dinikahi lantaran anak buahnya itu masih memiliki istri.
“Dia (korban) enggak mau ditinggalin,” katanya, hari ini.
Dia mengatakan, korban diduga memang sedang ada masalah sehingga membuat Budi melakukan aksi nekat bunuh diri dengan senjata api.
“Setelah dapat informasi kami ke TKP, kita dapatkan ada luka tembak di atas telinga kanan ada luka tembak,” ujar Kapolsek.
Dia juga menyatakan, pria yang dikenal ramah itu tewas dengan senjata apinya. “ Iya dari pistol almarhum. Di rumah itu cuma ada berdua, almarhum dengan wanita teman dekatnya itu,” katanya.
Bulan Mei menjadi momentum spesial bagi para pelajar, mulai dari menghadapi ujian akhir hingga merayakan kelulusan.
TODAY TAGKota Tangerang Selatan (Tangsel) berupaya menuju kota masa depan yang ramah lingkungan. Berkolaborasi dengan Global Buildings Performance Network (GBPN), Pemkot Tangsel resmi meluncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi pada Rabu, 13 Mei 2026.
Pelatih Carlos Pena mengakui Persita Tangerang sedang menghadapi masalah serius di lini depan setelah kekalahan telak 0-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Banten International Stadium.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews