Bocah Perempuan di Cipondoh Diduga Diperkosa Usai Dicekoki Miras, Polisi Buru Pelaku
Senin, 4 Mei 2026 | 21:19
Jagat media sosial dihebohkan dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial D di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
TANGERANG-Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Tangerang melakukan razia di sejumlah hotel kelas melati pada Rabu (10/11) siang. Hasilnya, sebanyak 17 pasangan tanpa surat nikah tertangkap sedang ngamar.
Petugas Satpol PP Tangerang melakukan razia mulai pukul 12.00 WIB, ke beberapa hotel kelas melati. Razia dilakukan siang hari, karena saat malam hari kurang mendapat hasil yang bagus, hal terbut diduga adanya kebocoran.
“Biasanya sih kita razia malam atau sore, tapi hasilnya hasilnya kurang bagus. Kemungkinan para pelaku ini sudah mengetahui saat petugas akan razia, jadi bisa sembunyi atau melarikan diri. Saat kita razia siang-siang ternyata lebih banyak yang di dapat.,” kata Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana.
Dalam razia ini, pihaknya berhasil menjaring 17 pasangan selingkuh. Mereka kedapatan sedang ngamar di Hotel Merdeka dan Hotel Tangerang. Bahkan salah satu dari pasangan yang terjaring bertatus mahasiswi.
“Ketika kami periksa, mereka tidak memiliki surat nikah. Ada yang mengaku sudah nikah siri, tapi kita minta bukti surat keterangan dari RT setempat,” pungkasnya.
Menurutnya, razia ini rutin dilakukan dalam rangka penegakkan Perda No. 8/2015 tentang larangan kegiatan pelacuran atau prostitusi.
“Mereka kebanyakan berasal dari luar Kota Tangerang, jadi beralasantidak tahu ada Perda ini. Mereka yang terjaring akan kita data, KTP ditahan dan kita beri pembinaan. Untuk mengambil KTP tersebut, mereka harus buat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan yang ditandatangani ketua RT tempat mereka tinggal,” jelas Mumung.
Jagat media sosial dihebohkan dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial D di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muhammad Hidayat menyebut Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya tidak begitu memberikan dampak pada efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews