Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANG-Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah geram saat sidak ke Kantor UPTD PBB Kecamatan Cipondoh, Kamis (7/1/2016) pagi. Pasalnya halaman kantor baru tersebut dalam keadaan kotor tak terawat.
Arief yang ditemani Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dan sejumlah kepala dinas, mendapati sampah seperti puntung rokok dan plastik serta tumbuh rumput liar di halaman kantor.
Melihat hal itu, Arief langsung memunguti sampah tersebut dan mencabuti rumput liar yang tumbuh dari selah-selah paving block. Dia juga memerintahkan pegawai kantor membersihkan halaman tersebut.
"Kotor amat sih, malu atuh sudah dikasih kantor baru tapi tidak dirawat. Pasti jarang disapuin nih," ketusnya.
Lalu Arief masuk ke dalam kantor UPTD melihat sejumlah ruangan. Setelah cukup melihat kondisi ruangan, dia pergi ke luar.
Sebelum meninggalkan kantor UPTD PBB Cipondoh, Arief sempat mengancam akan memutasi pegawai lantaran tidak merawat kebersihan kantor. "Mutasin aja lah ini pegawai PBB," katanya singkat.
Para pegawai hanya tertunduk diam mendengar perkataan Arief. Selanjutnya, Arief melanjutkan sidak ke sejumlah tempat seperti SDN Cipondoh 3, bedah rumah warga di kelurahan Cipondoh dan Cipondoh Makmur, tandon air dan saluran air di Perumahan Poris.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGRibuan karyawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Tangerang, pada Senin 29 Juni 2026.
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews