Connect With Us

Kerja Sama dengan Moya, Dewan Pengawas PDAM Tangerang Beda Suara

Denny Bagus Irawan | Jumat, 8 Januari 2016 | 10:48

| Dibaca : 3498

Dirut PDAM Tirta Benteng, Kota Tangerang Suyanto (Tengah) (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-Dua dewan pengawas PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang berbeda komentar dalam menyikapi kerja sama dengan perusahaan asal Bahrain, yakni PT Moya.

Anggota Dewan Pengawas PDAM TB Kota Tangerang Dodi Effendi dengan tegas mengatakan, kerja sama dengan PT Moya jalan ditempat.

Terlebih, kata dia, setelah menjadi temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang berpotensi merugikan PDAM.  Bahkan dengan tegas Dodi menilai bahwa kinerja Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang yakni Suyanto tidak ada hasilnya.  

Padahal, kata Dodi, dia ditunjuk agar bisa memperbaiki pelayanan dan perbaikan kinerja PDAM kepada masyarakat.“Akibat temuan BPKP kan menyebabkan kerja sama dihentikan sementara,” tegasnya.

Dodi berharap persoalan itu segera diselesaikan agar PDAM dapat menjadi seperti apa yang diinginkan masyarakat, yakni menyalurkan air bersih. "Karena banyak masyarakat yang menunggu disalurkan air bersih," ucapnya.

Sebelumnya pada 19 Agustus 2014, Jazuli Abdilah Dewan Pengawas PDAM Tirta Benteng menyikapi persoalan tersebut dengan dingin.  Dia menilai proyek kerjasama itu tidak bisa dibilang gagal.
 
"Kerja sama dengan PT Moya ini adalah pengembangan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum), kalau dibilang mandek ya memang. Tapi gagal juga tidak, karena itu sedang dikaji ulang kerja samanya untuk mencari jalan tengah," jelas mantan anggota KPU Kota Tangerang itu.
 

TANGSEL
Begini Modus 5 Polisi Gadungan di Tangsel Peras Korbannya

Begini Modus 5 Polisi Gadungan di Tangsel Peras Korbannya

Rabu, 27 Mei 2020 | 19:55

TANGERANGNEWS.com-Modus kejahatan yang mengaku sebagai anggota Polri berhasil diungkap jajaran Polres Tangsel. Kelima tersangka berbekal

MANCANEGARA
Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Minggu, 10 Mei 2020 | 10:24

TANGERANGNEWS.com-Nasib malang dialami seorang ibu di China. Dia dikubur hidup-hidup oleh sang anak lantaran enggan merawatnya. Beruntung dia berhasil selamat

NASIONAL
Pengamat Beberkan 9 Poin Salah Kaprah Masyarakat Soal RUU Ciptaker

Pengamat Beberkan 9 Poin Salah Kaprah Masyarakat Soal RUU Ciptaker

Rabu, 27 Mei 2020 | 20:09

TANGERANGNEWS.com-RUU Cipta Kerja (Ciptaker) klaster Ketenagakerjaan hingga kini masih menjadi polemik karena banyaknya pro dan kontra.

"Belajar dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, berharaplah untuk hari esok "

Albert Einstein