Connect With Us

Kemenkes Urungkan Menutup Klinik Kanker Warsito

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 11 Januari 2016 | 19:42

| Dibaca : 3509

Menristek M. Nasir mencoba alat terapi kanker temuan Warsito, Senin (11/1/2016). (Tangerangnews.com / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANG-Kementerian Kesehatan membatalkan rencana penutupan klinik kanker milik Warsito Purwo Taruno. Sebelumnya, klinik tersebut terancam ditutup lantaran alat terapi kanker yang dikembangkan Warsito dinilai bermasalah.

Dalam kunjungannya pada Senin (11/1/2016) ke klinik yang beralamat di Jalan Jalur Sutera, Alam Sutera, Kota Tangerang tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) drg. Tritarayati mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan akan menindaklanjuti penelitian alat terapi kanker yang dikembangkan Warsito.

Tritarayati menambahkan, pihaknya juga telah membentuk tim untuk mengawal penelitian tersebut. Selain itu, akan dilakukan pendampingan untuk menguji alat tersebut agar sesuai standar.

"Penelitian harus dilakukan sesuai standar WHO. Hal itu harus dilalui, apakah itu untuk obat baru atas alat kesehatan baru," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengembangan penelitian selanjutnya akan melibatkan pasien kanker sebagai subjek penelitian. Alat temuan Warsito tersebut juga akan dibandingkan dengan alat terapi standar kedokteran. "Nanti dilihat, apakah alat ini meningkatkan survival pasien," pungkasnya.

TEKNO
Ponsel Gaming Xiaomi Segera Dirilis

Ponsel Gaming Xiaomi Segera Dirilis

Minggu, 14 Oktober 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Setelah cukup sukses dengan pasar smartphone murah, Xiaomi berencana akan mengeluarkan produk smartphone gaming pertamanya, Black Shark. Sejak diluncurkan bulan April lalu, ketersediaan Black Shark sangat terbatas

MANCANEGARA
Ngeri, 11 Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Bekas Rumah Duka AS

Ngeri, 11 Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Bekas Rumah Duka AS

Minggu, 14 Oktober 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.comKepolisian Detroit, Amerika Serikat (AS), menemukan 11 jasad bayi di sebuah bekas rumah duka. Jasad belasan bayi itu itu berada di langit-langit rumah dengan kondisi sudah membusuk.

"Tidak peduli seberapa lambat Anda bisa berjalan, yang penting Anda tidak berhenti."

Confucius