Connect With Us

Wah, Bus Rel Akan Hadir di Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 18 Februari 2016 | 18:15

Ilustrasi Bus Rapid Transit (BRT) @2015 (Istimewa / Tangerangnews)

TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang berencana meluncurkan transportasi bus rel untuk menghubungkan sisi utara dan selatan Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang.

Saat ini, peluncuran transportasi yang mirip dengan trem itu sedang dalam kajian.

Kepala Bappeda Kota Tangerang Said Endrawiyanto menjelasakan, bus rel ini adalah kendaraan berupa bus, namun bisa beroperasi di jalan raya maupun di rel khusus.

“Saat masuk ke dalam rel, bus tidak harus disetir lagi, tinggal jalan saja mengikuti jalurnya,” katanya, Kamis (18/2/2016).

Rencananya, bus rel akan difungsikan untuk mengubungkan wilayah Kabupaten Tangerang di wilayah Utara (Kotabumi) dan Selatan (Islamic Village) ke Kota Tangerang.

“Jadi kita menyediakan transportasi untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang hendak ke Jakarta, melewati Kota Tangerang,” jelas Said.

Menurut Said, untuk jalurnya sendiri akan dibangun di sisi Sungai Cisadane dari wilayah utara dan selatan Kabupaten Tangerang hingga ke Stasiun Tangerang dengan jarak masing-masing jalur sekitar 6 km.

“Dengan menggunakan sisi Sungai Cisadane, jadi tidak perlu pembebasan lahan. Namun ini masih dalam kajian kita,” katanya.

Said mengatakan, dalam membangun sebuah kota tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, karena harus terintegrasi dengan daerah sekitar.

Dengan bus rel, kata dia, diharapkan dapat mengembangkan pertumbuhan kota dan Kabupaten Tangerang.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill