Agar Tertata, PKL di Bantaran Sungai Cisadane Ditertibkan
Kamis, 2 April 2026 | 21:30
Tim gabungan dari Kecamatan Tangerang menggelar penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, Kamis, 2 April 2026.
TANGERANG-PMI Kota Tangerang telah membuat dapur umum di sejumlah titik untuk memberikan makanan kepada koban banjir. Dalam sehari, PMI mendistribusikan 500 makanan berupa nasi bungkus.
Wakil Ketua PMI Kota Tangerang Ujang Hendra mengatakan, PMI dituntut untuk merespons dengan cepat setiap terjadi bencana dimanapun dengan persiapan yang telah dimiliki. Salah satu upayanya adalah dengan membuat dapur umum.
“Sejak awal peristiwa banjir, kita sudah pantau tempat-tempat yang memerlukan dapur umum. Jadi langsung kita bentuk di Candulan, Periuk, Pondok Arum dan juga di Kantor Pusat PMI,” katanya, Selasa (1/3/2016).
Dalam pendirian dapur umum ini, PMI bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Tangerang. Dengan dapur umum yang ada, PMI siap mengolah dan juga mendistribusikan sebanyak 500 nasi bungkus setiap harinya.
“Setiap hari kita kirim satu ke setiap lokasi. Menu makananya berganti-ganti, untuk hari ini berupa sarden, mie dan sayur mayur,” kata Ujang.
Selain logistik, kat Ujang, PMI juga telah menyiapkan langkah penanggulangan penyakit pasca banjir dengan menyiagakan 2 tim medis dan tiga dokter.
“Untuk penanganan masalah penyakit ini kita kerjasama dengan Dinkes. Biasanya korban banjir sering terkena penyakit seperti gatal-gatal, flu, demam, cikungu-nya dan DBD,” ujarnya.
Tim gabungan dari Kecamatan Tangerang menggelar penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, Kamis, 2 April 2026.
TODAY TAGBandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang berhasil mencatatkan kinerja operasional yang sangat positif sepanjang masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung dari tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Baru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern
Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perubahan dalam pola pengembangan hunian.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews