Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TANGERANG-PMI Kota Tangerang telah membuat dapur umum di sejumlah titik untuk memberikan makanan kepada koban banjir. Dalam sehari, PMI mendistribusikan 500 makanan berupa nasi bungkus.
Wakil Ketua PMI Kota Tangerang Ujang Hendra mengatakan, PMI dituntut untuk merespons dengan cepat setiap terjadi bencana dimanapun dengan persiapan yang telah dimiliki. Salah satu upayanya adalah dengan membuat dapur umum.
“Sejak awal peristiwa banjir, kita sudah pantau tempat-tempat yang memerlukan dapur umum. Jadi langsung kita bentuk di Candulan, Periuk, Pondok Arum dan juga di Kantor Pusat PMI,” katanya, Selasa (1/3/2016).
Dalam pendirian dapur umum ini, PMI bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Tangerang. Dengan dapur umum yang ada, PMI siap mengolah dan juga mendistribusikan sebanyak 500 nasi bungkus setiap harinya.
“Setiap hari kita kirim satu ke setiap lokasi. Menu makananya berganti-ganti, untuk hari ini berupa sarden, mie dan sayur mayur,” kata Ujang.
Selain logistik, kat Ujang, PMI juga telah menyiapkan langkah penanggulangan penyakit pasca banjir dengan menyiagakan 2 tim medis dan tiga dokter.
“Untuk penanganan masalah penyakit ini kita kerjasama dengan Dinkes. Biasanya korban banjir sering terkena penyakit seperti gatal-gatal, flu, demam, cikungu-nya dan DBD,” ujarnya.
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TODAY TAGSeorang pria berinisial EJ, 45, diringkus Jajaran Unit Reskrim Polsek Serpong lantaran melakukan aksi penipuan disertai penyekapan seorang perempuan lanjut usia berinisial ITS, 70.
Santika Indonesia Hotels & Resorts merayakan 45 tahun perjalanan di industri perhotelan Indonesia dengan menghadirkan program Santika Anniversary Sale.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews