Connect With Us

Pemkot Tangerang Kembali Jajaki Pembangunan Rusunawa BPJS

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 6 April 2016 | 17:07

Ilustrasi Rusunawa (Sumber kaganga/google / TangerangNews)

 

TANGERANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melakukan pembahasan kembali dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk buruh, yang sempat terhenti beberapa tahun.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di Tangerang mengatakan, BPJS pernah menawarkan pembangunan rusunawa sejak dua tahun lalu. Sebagai langkah awal, BPJS akan membangun empat twin tower rusun yang pembangunannya akan dilaksanakan pada 2016.

"Namun rencana itu terhenti karena pemerintah pusat juga mengalokasikan pembangunan Rusunawa di Kota Tangerang," katanya, Rabu (6/4/2016).

Akhirnya Pemkot menyiapkan lahan di dua lokasi, yakni Palem Semi dan Taman Royal untuk membantu Pemerintah Pusat merealisasikan pembangunan rusun.

"Tapi ternyata, kita dapat informasi bahwa pembangunan Rusunawa itu dialihkan ke Jakabaring karena adanya kebutuhan mendesak untuk Asian Games," tukas Arief.

Menurut Arief, kebutuhan hunian tempat tinggal di Kota Tangerang begitu mendesak karena lonjakan penduduk yang terus meningkat setiap waktunya. Apalagi, Kota Tangerang merupakan kota industri dan sebagian besar masyarakat adalah pekerja sehingga membutuhkan hunian yang layak dan nyaman.

"Sedangkan untuk ketersediaan lahan yang ada sudah tak mencukupi jika membangun perumahan maka harus bentuk Rusun," jelasnya.

Karena itu, kata Arief, Pemkot akan melakukan pembahasan lagi dengan BPJS kaitan Rusunawa. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal. "Mudah mudahan rencana itu bisa dilanjutkan,' katanya.

Untuk diketahui, di Kota Tangerang sudah ada dua Rusunawa yakni di Gebang Raya dengan empat twin blok terdiri dari 396 unit dan di Manis Jaya dengan total 464 unit kamar. Namun jumlah tersebut masih kurang untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat.

 

 

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill