Tagih Uang Jual Rumah, Anak Angkat Habisi Ibu dengan Balok dan Hebel di Sepatan Tangerang
Minggu, 18 Januari 2026 | 23:42
Tragedi memilukan mengguncang warga Gang Mushala, Kampung Kelor, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
TANGERANG-Pasca pelimpahan armada sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang ke 104 kelurahan, peningkatan pelayanan kebersihan mulai terasa, meski belum signifikan. Salah satunya para lurah mulai ikut aktif menangani sampah di wilayahnya.
“Ya memang ada peningkatan, dulu yang biasanya lurah cuek, sekarang mulai turun ke lapangan nangain sampah,” kata Kepala DKP Kota Tangerang Ivan Yudianto, Minggu (22/5/2016.
Menurut Ivan, sebelum armada sampah berupa dump truk dan bentor dilimpahkan ke kelurahan, semua penanganan sampah dilakukan oleh DKP. Namun sekarang, semua kelurahan ikut bertanggung jawab.
“Kalau begini, mau nggak mau Lurah harus ikut. Apalagi Lurah yang lebih tahu kondisi sampah di daerahnya,” paparnya.
Selain itu, kata Ivan, pengangkutan sampah juga lebih cepat, karena dump truk sudah bersiap di setiap kantor kelurahan. Kemudian lalu lintas truk sampah di TPA Rawa Kucing juga tidak macet karena menunggu giliran.
“Jadi enggak perlu lagi petugas ngambil dulu ke DKP, baru ngangkut ke wilayahnya. Ini juga bias menambah rit pengangkutan, yang biasa dua rit menjadi tiga rit,” jelasnya.
Untuk diketahui, pelimpahan pengoperasian armada sampah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Pemerintah Kota (pemkot) Tangerang dalam melakukan desentralisasi pelayanan publik. Ada sebanyak 104 unit Dumptruk dan 104 unit bentor yang dilimpahkan kepada 104 lurah se-kota Tangerang.
Dengan desentralisasi ini, pelayanan kebersihan di kecamatan dan kelurahan diamanatkan kepada Camat dan Lurah. Sedangkan untuk jalan protokol tetap menjadi tanggung jawab DKP.
Tragedi memilukan mengguncang warga Gang Mushala, Kampung Kelor, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGMusisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews