Connect With Us

Andhika "Atut" Tolak Tuduhan Panwaslu Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 13 Maret 2009 | 11:04

TANGERANGNEWS.COM-Calon Anggota dewan perwakilan daerah (DPD) RI Provinsi Banten No.11 yang juga putra Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, yakni Andhika Hazrumy mendatangi kantor panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang pagi ini.

Kedatangan Andhika ke kantor Panwaslu itu guna menjawab atas dugaan kampanye terselubung di Gereja Bethel Indonesia Shinta Griya, Jalan Tengku Umar, Kota Tangerang tanggal 7 Maret 2009. Andhika yang tiba sekitar pukul 09.00 WIB ketika tiba langsung diinterogasi petugas Panwaslu disebuah ruangan di Kantor Panwaslu dengan ruangan tertutup.

Wartawan yang meliput tidak diperkenanankan untuk masuk karena sifatnya tertutup. Sekitar pukul 10.30 WIB, Andhika yang mengenakan kemeja hitam bergaris-garis putih itu pun akhirnya keluar. Ketika ditanya wartawan, Andhika hanya menjawab dirinya datang memenuhi undangan Panwaslu Kota Tangerang untuk bersilatuhrahmi.

"Saya memberikan klarifikasi, bahwa tidak benar saya melakukan kampanye terselubung di gereja. Itu bukan gereja melainkan ruko," paparnya kepada wartawan.

 

Ketua Panwaslu Kota Tangerang Syafril Elain mengatakan, dirinya sudah menanyakan kepada pendeta pantap sibutar-butar bahwa memang itu bukan gereja. Namun dirinya belum bisa mengambil kesimpulan apakah benar Andhika tidak melakukan kampanye terselubung. "Kami masih melakukan pencarian fakta guna mendukung kebenaran laporan yang kami terima," singkatnya.

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

OPINI
Fenomena Sarjana Pengangguran

Fenomena Sarjana Pengangguran

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50

Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill