Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNews.com-Volume lalu lintas di Tol Jakarta-Merak saat arus balik lebaran 2016 pada H+4 atau Minggu (10/7/2016) masih normal. Belum terlihat adanya kepadatan kendaraan yang kembali dari kampung halaman.
Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota Hasbullah AKBP mengatakan, arus lalu lintas kendaraan dari Jakarta menuju Merak dan sebaliknya melalui Pintu Tol Karang Tengah belum terjadi kepadatan.
"Sementara belum ada kepadatan yang menonjol dari semua jalur untuk Tangerang-Merak. Masih landai seperti biasa," katanya.
Berdasarkan data, kendaraan yang keluar Jakarta menuju Tangerang dan Merak lewat GT Karang Tengah pada 30 Juni sebanyak 103.920 kendaraan, 01
Juli 88.65, 2 Juli 104.830, 3 Juli 59.210, 4 Juli 70.352, 5 Juli 87.992, 6 Juli 80.516, 7 Juli 81.977 kendaraan.
Untuk yang masuk ke Jakarta dari Tangerang dan Merak pada 07 Juli 75.413 kendaraan, 8 Juli 63.949 dan 9 Juli 84.983.
Menurut Hasbullah, meski belum ada peningkatan yang signifikan pihaknya tetap bersiaga hingga H+7 lebaran. "Kita siagakan 8 petugas di GT Karang Tengah untuk antisipasi keamanan dan kemacetan arus mudik dan balik lebaran hingga selesai," jelasnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Tangcity Mall kembali menghadirkan rangkaian program spesial bertajuk “Merdeka Stamprizes” yang berlangsung mulai 7 Agustus hingga 20 September 2026.
Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews