Connect With Us

Mayat ber-KTA Komunitas Pengamen Lampu Merah Mengambang di Cisadane

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 7 Agustus 2016 | 18:17

| Dibaca : 5741

Ilustrasi mayat terapung (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANGNews.com-Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengambang di Sungai Cisadane, RT4/3 Kelurahan Karawaci, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Minggu (07/08/2016) pagi.

Pada jasad korban ditemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) Komunitas Pengamen Lampu Merah Indonesia (Kompilasi) atas nama M Fahad Sambora.

Jenazah korban ditemukan warga sekitar yang tengah memancing di pinggir sungai. Warga kemudian mencari bantuan untuk mengevakuasi mayat ke pinggir sungai.

“Jenazah korban sudah dalam keadaan membusuk. Ciri-cirinya memakai kaos loreng bertuliskan paguyuban sondomon 076 dan memakai sarung," kata Yudi.

Saat diperiksa terdapat KTA Kompilasi bernama M Fahad Sambora di dalam sarung yang diduga milik korban. Setelah dievakuasi, korban langsung dilarikan ke  RSUD Kabupaten Tangerang.

Sementara Kapolsek Karawaci Kompol Munir Yaji membenarkan penemuan mayat di Sungai Cisadane. Dugaan sementara korban tewas karena tenggelam saat hendak buang air besar di pinggir sungai, pasalnya tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.

"Diduga korban telah tewas sejak tiga hari yang lalu karena tercebur dan tenggelam. Kita masih identifikasi korban untuk mengetahui tempat tinggalnya," katanya.

 

 

NASIONAL
Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pada hari Sabtu (11/8/2018) Aetra Tangerang berhasil menyelesaikan perbaikan kerusakan pipa air baku yang terjadi sejak hari Kamis (9/8/2018) lalu.

KAB. TANGERANG
8 Muda Mudi Mau “Enak-enak” di Kosan Jayanti Digerebek

8 Muda Mudi Mau “Enak-enak” di Kosan Jayanti Digerebek

Rabu, 26 September 2018 | 14:28

TANGERANGNEWS.com-Delapan muda mudi yang terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki digerebek saat hendak melakukan praktik prostitusi di

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie