Connect With Us

Polres Tangerang Bakal Otopsi Mayat Bocah 7 Tahun

Denny Bagus Irawan | Minggu, 23 Oktober 2016 | 14:00

| Dibaca : 2342

Makam bocah yang diduga disiksa orangtuanya. (@TangerangNews.com 2016 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNews.com-Aparat Polres Metro Tangerang bakal melakukan otopsi atas kematian Dafa Mustaqin bocah pria berusia tujuh tahun yang diduga disiksa oleh kedua orangtuanya.

Kematian Dafa menurut keterangan warga sekitar tidak wajar. Telinganya mengeluarkan darah, selain itu ditemukan luka disekujur tubuh Dafa. Hal itu membuat para tetangga mencurigai kalau Dafa mendapat siksa dari ibu tiri dan bapak kandungnya.

 Kapolres Metro Tangerang , Kombes Pol Irman Sugema mendatangi kontrakan kediaman Dafa pada Minggu (23/10/2016) di Jalan Swadaya, Larangan Indah, RT3/4, Kecamatan Larangan, Ciledug, Kota Tangerang.

Kapolres

 “Informasi resmi secara laporan kepada kami belum ada, kami mendapat laporan dari salah seorang dari orangtua teman Dafa di sekolah,” ujarnya.

Setelah mendapat informasi tersebut, Kapolres mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat dengan memeriksa orangtua korban yang dicurigai sebagai pelaku.

“Kami juga memerintahkan petugas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) untuk mem-backup terkait adanya dugaan informasi tersebut," tandasnya.

Sejak Sabtu hingga Minggu, menurut Kapolres, kedua orangtua Dafa masih menjalani pemeriksaan. “Namun harus diingat azas praduga tak bersalah, kita jangan dahulu memvonis, karenanya kita akan melakukan otopsi dan memeriksa sejumlah saks. Intinya kalau diperlukan kita akan menggali lagi kuburannya” tutur Kapolres.

Dafa diketahui meninggal pada Kamis 22 Oktober 2016 sekitar pukul 02.10 WIB. Kematian Dafa disebut tidak wajar karena pada telinganya sebelum meninggal terlihat membengkak. Sekujur tubuh korban juga didapati sejumlah luka. Tersiar kabar bahwa Dafa tewas karena disetrika.  

 

HIBURAN
Group Band Asal SMAN 4 Tangsel Lolos ke Pucuk Cool Jam Festival 2018

Group Band Asal SMAN 4 Tangsel Lolos ke Pucuk Cool Jam Festival 2018

Rabu, 18 April 2018 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Setelah melewati proses seleksi ketat, Sinthetic, group band dan Samerci, nama kelompok ekstrakulikuler tari saman di

AYO! TANGERANG CERDAS
Buku Ini Beri Harapan Baru Hadapi Kanker

Buku Ini Beri Harapan Baru Hadapi Kanker

Senin, 26 Maret 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Kanker telah menjadi ancaman yang sangat serius. Data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI (Infodatin) menyatakan, secara nasional prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia

KAB. TANGERANG
Begini Kronologi Penggrebekan Kontrakan Curanmor di Cikupa

Begini Kronologi Penggrebekan Kontrakan Curanmor di Cikupa

Jumat, 20 April 2018 | 10:00

TANGERANGNEWS.com-Kapolsek Cikupa, Kompol Idrus Madaris membeberkan kronologi penggrebekan komplotan tersangka pencurian kendaraan bermotor yang berlangsung kemarin di Perumahan Bukit Tiara Blok L6, RT 35/04 , Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa,

OPINI
Earth Hour: Peringatan Bagi Manusia di Bumi

Earth Hour: Peringatan Bagi Manusia di Bumi

Rabu, 4 April 2018 | 12:00

Kondisi iklim yang semakin hari mengalami perubahan tidak menentu akibat adanya proses pemanasan global membuat bumi bekerja semakin keras. Masyarakat dunia memiliki peran besar terhadap perubahan iklim yang terjadi.

"Penderitaan terburuk dalam hidup bukanlah dengan kalah, kehilangan sesuatu maupun kemalangan yang menimpa, melainkan rasa takut akan sesuatu dan kemudian ketakutan itu tak pernah terlepas dari diri Anda."

Anonim