Connect With Us

Polisi akan Periksa Saksi Ahli Terkait Kematian Dafa

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 31 Oktober 2016 | 17:00

| Dibaca : 1532

SDN 2 Larangan Utara, Ciledug, Kota Tangerang tempat Almarhum Dafa Mustaqim bersekolah. Sebelum meninggal para guru melihat bagian kepala Dafa mengeluarkan darah segar. (@TangerangNews.com 2016 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNews.com-Kasus kematian Dafa Mustaqim belum menemui titik terang. Polisi akan memeriksa saksi ahli  yangsetelah temah melakukan autopsi jenazah Dafa beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Wiji Lestanto mengatakan, pihak kepolisian hingga saat ini belum bisa menarik kesimpulan terkait hasil autopsi yang dilakukan pada Senin, 24 Oktober 2016.

"Masih perlu pendalaman dari beberapa keterangan ahli, ahli forensik, ahli DNA maupun ahli lain yang diperlukan untuk kepentingan penyidikan," kata Wiji, Senin (31/10/2016).

Saat ini, ibu tiri Dafa bernama Yati masih berada di Maposek Ciledug. Terkait status Yati, menurut Wiji masih sebagai saksi. "Ibu tiri Dafa masih saksi," ungkapnya.

Sebelumnya Kapolres Metro Tangerang Kombes Irman Sugema mengatakan, dari autopsi yang dilakukan, polisi menemukan ada luka yang tidak wajar pada tubuh Dafa.

"Hasil sementara memang ada dugaan kematiannya tidak wajar. Jadi ada luka lebam di mata kiri dan ada benturan pada kepala bagian belakang," kata Irman Kamis (27/10/2016).

Irman menjelaskan, untuk menguatkan bukti, polisi juga sedah melakukan pemeriksaan pada 16 saksi yang mengetahui perbuatan keji ibu tiri Dafa.

"Pemeriksaan termasuk guru dan tetangga. Ibunya bukan kita amankan, tetapi dia minta perlindungan takut diamuk massa," pungkas Irman.

Sebelumnya, Dafa Mustaqim, 7, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan ibu tirinya bernama Yati. Dugaan tersebut mencuat setelah Dafa mengaku kepada gurunya di sekolah bahwa telah dipukul ibu tirinya menggunakan sapu.

Sebelum meninggal pada Kamis, 20 Oktober 2016, Dafa sempat dibawa pihak keluarga ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, namun karena keterbatasan biaya, Dafa tidak bisa mendapat perawatan di ruang Intensif Care Unit (ICU) dan akhirnya meninggal dunia.

TANGSEL
Kembali Turap Roboh di Tangsel

Kembali Turap Roboh di Tangsel

Rabu, 22 Februari 2017 | 10:00

TANGERANGNews.com-Persoalan turab roboh kembali terjadi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel). Hujan di sana pada Selasa (21/2/2017) kemarin tidak saja membuat banjir di beberapa titik. Bahkan menimbulkan longosoran material tanah dan merobohkan turap ya

PROPERTI
Rangkul UKM, Dua Factory Outlet Terbesar Buka di QBig BSD

Rangkul UKM, Dua Factory Outlet Terbesar Buka di QBig BSD

Jumat, 3 Februari 2017 | 16:00

TANGERANGNews.com-Dua factory outlet terbaru besar dan terbesar di Qbig BSD City, Tangsel, yakni Factory outlet tersebut adalah Truly premiun Outlet (TPO) dan FAMOGAL (Fashionable Moslem Gallery, mulai dibuka.

TOKOH
Mengenal Lebih dalam Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin

Mengenal Lebih dalam Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin

Minggu, 22 Januari 2017 | 05:00

TANGERANGNews.com-Di sela-sela kesibukannya sebagai Ketua Tim Pemenangan Internal PDI Perjuangan untuk pasangan Rano-Embay, Mayjen TNI (Pur) Tubagus Hasanudin selalu menyempatkan waktu untuk beranjangsana mengunjungi sejumlah kyai dan ulama yang ada di Ba

OPINI
Pentingnya Proteksi Pertanian Kabupaten Tangerang

Pentingnya Proteksi Pertanian Kabupaten Tangerang

Minggu, 12 Februari 2017 | 16:00

Dampak Konversi Lahan Pertanian Konversi lahan pertanian pada umumnya berdampak sangat besar pada bidang sosial dan ekonomi. Hal tersebut dapat terlihat salah satunya dari berubahnya fungsi lahan. Konversi lahan juga berdampak pada menurunnya porsi dan pe

"KEBAHAGIAAN TIDAK BERASAL DARI MEMILIKI, MENGUASAI, ATAU BAHKAN MENINGGALKAN HARTA BENDA, KARNA IA BERASAL DARI MANFAAT HARTA BENDA KITA BAGI SESAMA MANUSIA "

#Unstoppable