Connect With Us

Warga Ciledug Diamankan karena diduga jadi Provokator

Rangga Agung Zuliansyah, Rusdy | Minggu, 6 November 2016 | 12:00

| Dibaca : 3390

Rumah Ferdinan. (@TangerangNews.com 2016 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNews.com-Ferdinan, warga Jalan Sunan Gunung Jati, RT01/08, Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang ditangkap polisi karena diduga menjadi provokator dalam aksi demontrasi ormas Islam pada 4 Novemer 2016 di Jakarta.

Setelah ditangkap, keadaan rumah Ferdinan terlihat sepi dan tak berpenghuni. Bangunan dua lantai yang  menjadi tempat usaha foto copy dan alat tulis itu terlihat tutup.

Ferdinan merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Pelaku kesehariannya membantu usaha orang tua di tempat tinggalnya, selebihnya aktifitasnya, berkuliah di perguruan tinggi swasta yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Ketua RT01 Sabeni mengatakan, dirinya sempat kaget dan tidak percaya mendapat kabar Ferdinan sebagai penyusup dan provokator. Sebab sebelum kejadian, dia pamit ke orangtuanya berangkat kuliah.

 “Status agamanya agamanya non muslim, jadi kan tidak mungkin dia ikut demo,” katanya, Minggu (6/11/2016).

Sabeni menambahkan, keseharian Ferdinan hanya membatu usaha toko di rumah dan aktif di kegiatan lingkungan.

“Dia anaknya baik, suka bersosialisasi, tidak pernah berbuat aneh-aneh,” jelasnya.

Hingga saat ini pelaku masih ditahan aparat kepolisian Polda Metro Jaya guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

TANGSEL
Jokowi Bangun 6.000 Rumah DP 1% di Tangsel

Jokowi Bangun 6.000 Rumah DP 1% di Tangsel

Kamis, 27 April 2017 | 16:00

TANGERANGNEWS.com- Presiden Joko Widodo menantang PT PP Urban, selaku perusahaan konstruksi untuk membangun rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

NASIONAL
ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

Selasa, 11 April 2017 | 15:00

"Teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni bagaimana supaya proses hukum atas kasus tertentu berhenti," katanya saat dihubungi Tan

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri kita. Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja dia memiliki keraguan, maka dia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak."

Larispique Philidor