Connect With Us

Sambut Hari Pahlawan, Pemkot Tangerang Luncurkan 6 Aplikasi Kesehatan

Advertorial | Kamis, 10 November 2016 | 21:00

| Dibaca : 787

Sambut Hari Pahlawan, Pemkot Luncurkan 6 Aplikasi Kesehatan (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Bertepatan dengan Hari Pahlawan yang diperingati pada 10 November, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar upacara dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna yang terletak di Jalan Daan Mogot Kota Tangerang.

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan di Kota Tangerang yang diikuti oleh unsur TNI/Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut juga ditandai dengan peresmian Museum Juang  Taruna yang berada persis di dalam komplek TMP Taruna.

Museum Juang Taruna tersebut  diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Arief R. Wismansyah yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Sachrudin bersama dengan para veteran perang dan pelaku sejarah Peristiwa Lengkong di tahun 1946.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh para pejabat Muspida di Kota Tangerang tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa perjuangan para pahlawan yang umumnya saat itu masih berusia sangat muda patut menjadi motivasi bagi kita untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif yang bisa bermanfaat bagi lingkungan di sekitar kita.

"Kita yang hadir disini bisa meneruskan perjuangan para pahlawan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga meluncurkan 6 (enam) aplikasi kesehatan. Diantaranya aplikasi E-Puskesmas, Aplikasi SMS Bunda, termasuk juga aplikasi Kamar Rumah Sakit.

"Hari ini juga kita melaunching aplikasi yang mempermudah masyarakat, mulai dari aplikasi pendaftaran via SMS bagi mereka yang ingin mendapatkan pelayanan dari puskesmas, sehingga tidak perlu ngantri lagi di Puskesmas," paparnya.

"Dan terkait bagaiamana semangat kita menurunkan kematian ibu dan anak kita punya aplikasi SMS bunda, jadi yang pada mau punya anak dari mulai perencanaan kehamilan, hamil sampai melahirkan sampai anak lahir satu tahun itu bisa dimonitor diingatkan untuk melakukan imunisasi atau yang lain,"

"Termasuk aplikasi monitor kamar rumah sakit. Sehingga kalau ada yang perlu mendapatkan pelayanan kamar ICU, nicu bisa lewat aplikasi tersebut dan itu kita juga bekerjasama dengan BPJS," beber Wali Kota.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. Liza Puspadewi menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan mempunyai aplikasi untuk mempermudah pelayanan kesehatan di Kota tabgerang, SMS Gateway, Salam Sehat, Kami Datang Kami Layani (Home Care), SMS Bunda, Layanan PKM berbasis Web, dan juga aplikasi Monitor Kamar RS.

 

"Kalau SMS gateway aplikasi layanan pendaftaran berbasis SMS untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan dan mengurangi antrian, sedang SMS Bunda informasi dan edukasi 1000 hari pertama kehidupan. Kemudian kalau aplikasi Salam Sehat yaitu sistem informasi yang dapat mengolah keluhan dari masyarakat," papar dr. Lisa.

 

"Terus aplikasi Kami datang Kami Layani (Home Care) program kunjungan rumah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kita juga sediakan pelayanan puskesmas berbasis web jadi pelayanan puskesmas sudah menuju ke arah layanan paperless.

Selanjutnya aplikasi monitor ketersediaan kamar  di RS, program akan menjembatani apliaksi E-Puskesmas dengan jumlah kamar di RS berdasarkan data yang disediakan oleh BPJS, dan peserta BPJS di Kota Tangerang sudah mencapai 1,350 Juta," terang mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerang. (ADV)

BISNIS
1.000 Gaun Pengantin Bebas Dicoba di Wedding Bazzar Tangerang

1.000 Gaun Pengantin Bebas Dicoba di Wedding Bazzar Tangerang

Minggu, 5 Agustus 2018 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Lebih dari seribu gaun pengantin wanita dipamerkan dalam 'Wedding Bazaar' di Ballroom The Spring Gading Club Serpong, Kabupateng Tangerang, pada tanggal 3-5 Agustus 2018.

MANCANEGARA
Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Senin, 16 Juli 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita diperkosa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh sekelompok pria di India. Dari lima pelaku, dua diantaranya telah ditangkap kepolisian setempat.

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie