Connect With Us

2017 Gaji THL Kota Tangerang Naik

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 9 Januari 2017 | 18:00

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menandatangani MoU dengan PLN terkait pembelian listrik dari PLTSa Kota Tangerang di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/12/2016). (Tangerangnews.com / Rangga)

 

TANGERANGNews.com-Pemerintah Kota Tangerang akan menaikkan gaji para pegawai tenaga harian lepas (THL) pada tahun ini. Kenaikan gaji dilakukan untuk lebih mensejahterakan para pegawai serta meningkatkan kinerjanya.

 

"Tahun ini, THL kita naikkan gajinya, tapi beda-beda, seperti petugas penyapu jalan yang per harinya Rp100 ribu menjadi Rp120 ribu. Untuk operator dibedakan, kalau punya sertifikat Rp180 ribu," kata  Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah apel bersama ribuan THL di Puspemkot Tangerang, Senin (9/1/2017).

 

Arief berharap, dengan dinaikkannya gaji tersebut, ke depan koordinasi dan kerjasama harus terus ditingkatkan 

baik internal lingkungan kerja maupun dengan rekan-rekan berbagai SKPD.

 

"Selama mengabdi kerja, walau THL, Pemkot selalu meningkatkan kesejahteraan setiap tahunnya. Jadi saya minta komitmen pelayanannya agar kota Tangerang mampu menjadi kota layak huni," tukasnya.

 

Saat ini tuntutan masyarakat terjadap pelayanan semakin tinggi, karena itu Pemkot juga menambah armada kendaraan operasional untuk mempercepat pelayanan. Diantaranya mobil dan motor pemadam kebakaran, truk sampah hingga alat berat seperti ekskavator.

 

"Alat-alat berat bisa menjadi kemudahan dalam bekerja. Diharapkan agar lebih sigap merespon keluhan masyarakat," ungkapnya.

 

Dalam apel tersebut, sekitar 4000 THL dari berbagai SKPD hadir. Wali Kota Tangerang Arief selain memberi arahan juga melakukan inspeksi kendaraan operasional yang terparkir di Gedung Puspemkot.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill