Connect With Us

Keluarga Enno : Hukuman Mati Sesuai Dengan Perbuatan Terdakwa

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 25 Januari 2017 | 15:00

| Dibaca : 1295

2 Eksekutor Pacul dalam Kemaluan Dituntut Hukuman Mati (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNews.com-Orang tua Eno Parihah, korban pembunuhan sadis dengan menggunakan cangkul, mengaku hukuman mati yang diajukan JPU dalam tuntutan terhadap terdakwa Rahmat Arifin, 24, dan Imam Hapriyadi, 24, sudah sesuai dengan keinginan mereka.

 

“Jarapan kami satu satunya , terdakwa harus dihukum yang lebih berat. Kalau hukuman terberat adalah hukuman mati, ya itu sesuai harapan kami,” kata ayah Eno, Arif Fikri, usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (25/1/2016).

 

Arief yang menghadiri sidang bersama istrinya Mahfudoh, juga berharap agar hakum memutuskan sesuai dnegan tuntutan jaksa. Menurutnya, hukuman tersebut sudah sesuai dengan perbuatan mereka. “Mudah-mudahan tuntutan tidak berubah sampai terdakwa dihukum mati,” tukasnya.

 

Dalam surat tuntutan JPU dijelaskan bahwa kedua terdakwa melakukan pembunuhan sadis terhadap Eno Parihah, bersama dengan Rahmat Alim, 16, siswa SMP yang sudah lebih dahulu divonis hukuman 10 tahun penjara.

 

Pembunuhan itu terjadi di Mess PT Polyta Global Mandiri, RT 04/01, Desa Jatimulya Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, tempat korban bekerja, pada 13 Mei 2016. Ketiganya memiliki peran tersendiri dalam pembunuhan tersebut.

 

“Terdakwa Rahmat Alim yang memengang tangan korban, memukul korban dengan cangkul dan menggigit payudara korban. Rahmat Arifin memperkosa korban dan memasukan gagang cangkul dengan paksa ke kemaluan korban hingga tewas. Imam membekap wajah korban dengan bantal,” jelas Jaksa Iqbal.

 

Motif pembunuhan sendiri dikarenakan Rahmat Alim kesal lantaran ditolak korban saat ingin melakukan hubungan intim. Rahmat Arifin juga dendam karena pernah dibilang jelek, sedangkan Imam juga pernah suka dengan korban tapi tidak pernah ditanggapi.

TEKNO
Haerul "Si Perakit Pesawat Bekas" Uji Terbang di Pondok Cabe

Haerul "Si Perakit Pesawat Bekas" Uji Terbang di Pondok Cabe

Rabu, 22 Januari 2020 | 11:02

TANGERANGNEWS.com-TNI Angkatan Udara memberikan penghargaan kepada Haerul, 33, perakit pesawat dengan bahan bekas yang sempat viral

MANCANEGARA
Tenaga Medis dari Seantero Tiongkok Dikerahkan untuk Melawan Virus Corona

Tenaga Medis dari Seantero Tiongkok Dikerahkan untuk Melawan Virus Corona

Selasa, 28 Januari 2020 | 18:05

TANGERANGNEWS.com-Tiongkok mengerahkan staf medis dari seluruh negeri untuk membantu Provinsi Hubei mengendalikan wabah virus corona yang membuat Negeri Tirai Bambu itu kewalahan

OPINI
Merawat Integritas

Merawat Integritas

Minggu, 19 Januari 2020 | 12:59

Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah salah satu Lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia. KPU bersifat nasional, mandiri

BANDARA
Polisi Sebut Lucinta Luna Positif Konsumsi Amfetamin

Polisi Sebut Lucinta Luna Positif Konsumsi Amfetamin

Senin, 17 Februari 2020 | 20:19

TANGERANGNEWS.com–Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan artis Lucinta Luna positif mengonsumsi Amfetamin yang

"Percayalah Anda Bisa, Saat Ini Anda Telah Setengah Jalan Mencapainya"

Theodore Roosevelt