Connect With Us

Proyek PLTSa Kota Tangerang Masih Diragukan Aktivis

Agus Riyadi (GES) | Senin, 6 Februari 2017 | 18:00

| Dibaca : 812

akses jalan menuju pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing Kota Tangerang. (@TangerangNews.com 2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNews.com - Rencana kelanjutan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Tangerang, hingga kini masih terus dikritisi.

Bahkan, sejumlah aktivis yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan dan juga tokoh masyarakat di wilayah setempat pun nampaknya juga masih meragukan pembangunan itu dapat terlaksana dengan baik. Sebab, mereka yakin akan adanya  dampak buruk yang ditimbulkan atas aktivitasnya nanti.

" Masyarakat yang peduli terhadap lingkungan akan turun secara nasional bukan hanya skala lokal Kota Tangerang saja. Karena hal ini berkaitan dengan berkehidupan masyarakat luas. Sudah jelas-jelas Perpres nya saja sudah dianulir oleh MA. Ada 15 negara  melarang," tegas Fahrul Rozi, Ketua Komunitas Peduli Sampah di kota itu.


Menurutnya, banyak pertimbangan khusus yang secara mendetail harus terpenuhi dalam konsep pembangunan baik itu infrastruktur maupun kegiatan pelaksanaannnya nanti. Salah satu diantaranya, adalah terkait prioritas ketersediaan lahan yang mana didalamnya harus telah dilengkapi dengan studi kelayakannya.

"Market sounding kemarin masih sangat terburu-buru sekali, belum apa-apa kok sudah penjajakan pasar. Yakinkan terlebih dahulu mengenai segala kelayakannya. Lagi pula TPA Rawakucing yang menjadi lokasi proyek PLTSa ini nantinya kan masuk kedalam zona KKOP, dimana pastinya tidak diperbolehkan adanya bangunan melebihi batas ketentuan, yakni 46 meter," ujarnya.

 Sedangkan diketahui minimum cerobong dalam infrastruktur proyek itu bisa mencapai hingga 125 meter.
Sementara, Oman Jumansyah, seorang tokoh masyarakat  juga mengingatkan kepada pemerintah setempat, agar dapat benar-benar mempertimbangkan progres itu dengan sebaik-baiknya, dan terlebih dahulu melakukan kajian dari berbagai aspek secara matang dan berulang.

"Memang konsep atau proyek ini sebuah inovasi yang bagus. Tetapi pemerintah pun harus pertimbangkan benar terkait dengan dampak-dampak yang akan timbul nanti. Jadi, jangan sampai malah menganggu keberlangsungan hidup masyarakatnya nanti. Pokoknya harus dikaji bener-bener itu," pungkasnya.

BANDARA
Pesepeda Tewas Terlindas Bus Damri di Bandara Soetta, Sopir Diamankan

Pesepeda Tewas Terlindas Bus Damri di Bandara Soetta, Sopir Diamankan

Senin, 21 Oktober 2019 | 14:27

TANGERANGNEWS.com—Polisi mengamankan sopir bus Damri, Sudarmin, karena terlibat kecelakaan yang mengakibatkan kematian pesepeda di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
UPH Akan Gelar Concert Rapsodia Nusantara untuk Papua Damai

UPH Akan Gelar Concert Rapsodia Nusantara untuk Papua Damai

Rabu, 16 Oktober 2019 | 21:47

TANGERANGNEWS.com-Berbagai pihak berharap kondisi keamanan di Papua segera pulih. Konflik berkepanjangan segera berakhir, Papua kembali dalam situasi aman, tentram dan damai.

KAB. TANGERANG
Sedang Rapat, 2 Mobil Komisioner Bawaslu Tangerang Dibobol Maling

Sedang Rapat, 2 Mobil Komisioner Bawaslu Tangerang Dibobol Maling

Rabu, 23 Oktober 2019 | 20:50

TANGERANGNEWS.com-Pencurian dengan modus pecah kaca mobil menimpa dua komisioner Bawaslu Kabupaten Tangerang, Rabu (23/10/2019).

MANCANEGARA
Pemerintah Korea Selatan Mengumumkan Resiko Serius nge-Vape

Pemerintah Korea Selatan Mengumumkan Resiko Serius nge-Vape

Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:24

TANGERANGNEWS.com-Korea Selatan menyarankan agar masyarakatnya berhenti nge-vape, Rabu (23/10/2019). Hal itu dilakukan karena tren yang terjadi kini semakin meningkatnya masalah kesehatan dari e-rokok cair tersebut.

"Cobaan, kekalahan dan kegagalan tidak akan menjadi sesuatu yang buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya."

Donny Dhirgantoro