Connect With Us

Proyek Air Bersih di Tangerang, PT Moya Persiapkan Sambungan Air di Zona 2 & 3

Agus Riyadi (GES) | Kamis, 9 Februari 2017 | 07:00

| Dibaca : 1641

Wali Kota Tangerang Arief Wimsnayah dan Sachrudin Wakil Wali Kota Tangerang saat meninjau proyek kerjsama antara PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang dan PT Moya yang masih berjalan ditempat. (Dira Derby / Tangerangnewscom)

 

TANGERANGNews.com- Realisasi rencana proyek pembangunan infrastruktur sambungan air untuk kawasan zona 2 & 3 di wilayah Kota Tangerang, ternyata sudah dimulai.

 

Informasi yang dihimpun dilapangan bahkan menyebutkan, bila tahapan persiapan progres kerja tersebut sudah dilaksanakan sejak dua minggu terakhir ini.

 

Padahal, diketahui bersama bahwa pengerjaan pembangunan instalasi perpipaan di zona 1 (Neglasari, Cipondoh, Batuceper), pun baru mencapai 38 persen atau dengan kata lain belum memperlihatkan keberhasilan secara keseluruhan.

 

"Persiapan untuk zona 2 dan 3 memang saat ini tengah kita lakukan, sudah sejak dua mingguan kemarin telah kita agendakan tahapan studi kelayakan rencana pembangunannya," ungkap Pelaksna Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Benteng, Ali Mu'min, kemarin.

 

Diakuinya kalau saat ini pihak PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang tak hanya fokus dalam penyelesaian target 30 ribu sambungan diwilayah zona 1 saja.

 

 

Melainkan juga pada progres-progres kerja selanjutnya, sesuai dengan agenda kerja yang telah ditentukan bersama dengan pemerintah setempat, selaku owner.

 

"Yang sedang berjalan saat ini adalah tahapan studi kelayakan. Kemudian selanjutnya nanti juga ada proyeksi penduduk, yakni guna memverifikasi data pertumbuhan penduduk, untuk menghitung seberapa besar kebutuhan air masyarakat terkini di zona tersebut," terangnya.

 

Mengakhiri penjelasan terakhirnya, Ali yang diketahui juga merupakan suami dari Kabag Hukum Pemkot Tangerang, Indri Astuti itu menambahkan, bila tahapan setelah itu adalah mengenai persoalan design kapasitas instalasi produksi dan design jaringan.

 

Namun, dia membantah isu 'kejar target' dalam pelaksanaan proyek garapan kerjasama antara PDAM TB dengan pihak swasta, yaitu PT Moya ini. Sebab, terdengar cukup santer juga kabar miring yang muncul dipersoalan ini. 

 

Tak heran memang bila masih saja terdapat warga di kota itu, yang mengkhawatirkan 'pat gulipat' ataupun 'kongcallingkong' para oknum tak bertanggungjawab, lantaran perjanjian kerjasama diantara kedua pihak itu, memang selalu bermasalah sejak diawal.

 

"Tidak ah, belum ada bicara tentang penganggaran," pungkasnya.

 

Hingga berita ini dimuat, keterangan dari pihak PT Moya beserta dengan pihak terkait lainnya belum didapat. Sementara, Dadi Budaeri, selaku Sekretaris Daerah Kota Tangerang pun masih belum merespons hal tersebut.

PROPERTI
Pengamat Nilai Ada Celah Pada Pergub Bagi Penghuni Nakal  

Pengamat Nilai Ada Celah Pada Pergub Bagi Penghuni Nakal  

Jumat, 13 Maret 2020 | 21:57

“Untuk alasan pembatasan atau pemutusan fasilitas, itu sangat luas dan dapat dimanfaatkan oleh penghuni yang memang berniat untuk tidak membayar, karena tahu ada larangan mengenai pemutusan fasilitas dasar,” ujar Eddy, Jumat (13/3/2020).

OPINI
"Sampai Tangerang Merindu"

"Sampai Tangerang Merindu"

Jumat, 27 Maret 2020 | 08:38

Kira-kira tiga atau empat tahun lalu, saya kenal Salmah Nurhaliza. Namun itu pun hanya melalui nomor handphone-nya saja. Saya tahu nomor handphone

TANGSEL
Cerita Pasien Suspect Corona Asal Tangsel 9 Hari Dirawat di RSPI Jakarta

Cerita Pasien Suspect Corona Asal Tangsel 9 Hari Dirawat di RSPI Jakarta

Sabtu, 28 Maret 2020 | 13:35

TANGERANGNEWS.com-Hasil uji labotorium Panji (bukan nama sebenarnya) di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang Selatan mendiagnosa ia diduga

NASIONAL
Kominfo: Berjemur Bisa Mematikan Virus Corona Hoaks

Kominfo: Berjemur Bisa Mematikan Virus Corona Hoaks

Sabtu, 28 Maret 2020 | 08:48

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia merilis bahwa informasi yang beredar di media sosial

"Kuatkan dirimu, karena semuanya akan menjadi lebih baik. Mungkin sekarang segala prahara menerpa, tetapi percayalah badai pasti berlalu"

Haile