Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNews.com- Aksi warga Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, yang marah karena pemukimannya dilanda banjir, cepat di respon Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
Arief R Wismansyah beserta jajarannya pun langsung menyambangi warga diarea pemukiman tersebut.
Tidak hanya itu, Arief juga menyempatkan diri untuk memantau kondisi gorong-gorong yang dipersoalkan warga karena adanya penyumbatan,sehingga air tak dapat mengalir.
"Banjir dikarenakan curah hujan cukup tinggi. Ada sekitar 600 KK yang terkena banjir didalam," ujar Arief. Menurutnya, banjir dikawasan ini, sudah sejak tahun sebelumnya dilakukan penanganan, yakni dengan membangun saluran air.
Namun, hasil pemantauan pihak dinas terkait yang dilakukan menyusul adanya aksi puluhan warga tadi. Dia menyimpulkan bahwa telah ada kontruksi yang patah di dalam saluran air sehingga menyebabkan penyumbatan pada gorong-gorong tersebut.
"Ada tutup yang ambrol, sehingga jadi tersumbat. Dan kami sedang mengambil yang menyumbat itu. Jadi saat ini penanganan kita ya ini sedang kita lakukan perbaikan ini, yang diharapkan dapat cepat selesai," tegasnya.
Meski demikian, Arief mengakui bila persoalan sumbatan gorong-gorong tersebut, baru terdeteksi sekarang. "Ya baru tahu ini, kalau enggak banjir kan kita enggak tahu," pungkasnya.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melanjutkan program penataan jaringan utilitas telekomunikasi melalui relokasi kabel udara ke saluran bawah tanah (ducting).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews