Connect With Us

Buruh wanita yang ditampar Kasat Intel Tangerang sudah Setahun Aksi

Mohamad Romli | Senin, 10 April 2017 | 09:00

| Dibaca : 1694

Yanti seoang buruh wanita dipukul Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota AKBP Danu Wiyata saat sedang berdekat soal demonstrasi, Minggu (9/4/2017). (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh buruh dari Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS-GSBI) di tugu Adipura,  Kota Tangerang bukan pertama kalinya dilakukan.

Emelia Yanti MD Siahaan korban tamparan Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota AKBP Danu Wiyata  mengatakan, dirinya bersama teman-teman se-profesi telah melaksanakan berbagai aksi demonstrasi soal buruh selama satu tahun. Belakangan, Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) itu baru tahu ada larangan di Kota Tangerang untuk aksi di  Sabtu dan Minggu. 

"Namun kami baru tahu ada aturan larangan aksi di hari Sabtu dan Minggu awal Maret 2017," katanya saat dihubungi TangerangNews.com, Minggu (09/4/2017).

Emilia juga mengatakan, Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 2/2017 tentang Penyampaian Pendapat Dimuka Umum di Kota Tangerang itu pun baru ditetapkan 5 Januari 2017, pasca kelompok buruh yang menuntut dibayarkannya hak-hak pesangon oleh PT. Panarub Dwikarya sudah berlangsung lima tahun.

"Tidak ada alasan kuat dikeluarkannya aturan tersebut. Selain untuk merampas hak-hak buruh yang sedang memperjuangkan nasibnya. Karena buktinya di area car free day ada hiburan dengan suara sound system yang sangat keras," tegasnya.

Emilia Yanti mengatakan,  terus berlanjutnya aksi buruh ditugu adipura kota Tangerang dikarenakan Pemkot Tangerang telah mengabaikan tanggung jawabnya terhadap persoalan tidak dipenuhinya hak-hak buruh yang di PHK oleh PT. Panarub Dwikarya.

Menurut dia, Panarub hanya cukup membyar Rp10 miliar untuk pesangon semua buruh yang mendapat PHK. "Pihak perusahaan hanya mau memberikan uang tali kasih yang jumlahnya sekitar Ro1 miliar untuk semua karyawan yang di PHK, dan kami menolaknya," pungkasnya.

WISATA
Jaletreng Riverside, Tempat Nongkrong dan Santai di Tangsel

Jaletreng Riverside, Tempat Nongkrong dan Santai di Tangsel

Sabtu, 8 April 2017 | 09:00

TANGERANGNEWS.com-Warga Tangsel dan sekitarnya yang membutuhkan ruang terbuka hijau untuk bersantai bersama keluarga, teman atau pasangan, kini tidak perlu mencari tempat yang jauh dari Kota Tangsel. Cukup datang ke Taman Kota 2 BSD, yang berlokasi di j

TEKNO
10 Langkah Mudah Menghadapi Kejahatan Siber

10 Langkah Mudah Menghadapi Kejahatan Siber

Kamis, 6 April 2017 | 14:00

Internet telah mengubah gaya hidup kita, mulai dari cara menyelesaikan pekerjaan, berkomunikasi, melakukan aktivitas sosial, berbelanja, mencari hiburan semua berubah berkat keberadaan internet. Dengan segala kelebihannya yang membuat hidup terasa menjadi

TOKOH
SOSOK : IPDA Edy Arianto, Kapospol Tanpa Cacat

SOSOK : IPDA Edy Arianto, Kapospol Tanpa Cacat

Rabu, 26 April 2017 | 13:00

TANGERANGNews.com- Disela kesibukanya dalam mengemban amanah sebagai anggota Polri. Ipda Edy Arianto tanpa henti tetap memperhatikan kebersihan lingkungan yang ada di sekitarnya.

TANGSEL
Banjir di Pondok Kacang putus akses ke Ciledug

Banjir di Pondok Kacang putus akses ke Ciledug

Rabu, 26 April 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com - Puluhan rumah warga Pondok Kacang Prima, Pondok Aren, Tangerang Selatan terendam banjir pada Rabu (04/26/2017) sore.

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri kita. Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja dia memiliki keraguan, maka dia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak."

Larispique Philidor