Connect With Us

Begal Ini gunakan Istri untuk korban mata keranjang

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 11 April 2017 | 15:00

| Dibaca : 12520

Petugas Polres Metro Tangerang menyita barang bukti hasil kejahatan dari pasangan suami istri di Cipondoh, Selasa (11/4/2017). (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pasangan suami istri (Pasutri) M Efendi dan Novianti, warga Kampung Ketapang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, kompak menjadi begal. Dalam aksinya Novianti  berpura-pura memacari korban.

Kapolsek Cipondoh Kompol Bayu Suseno mengatakan, kedua pasangan ini sudah beraksi dua kali. Hal itu keduanya lakukan sejak mereka masih berpacaran. Novianti berperan memancing korban dengan berkenalan via SMS, kemudian mengajak bertemu dan bercumbu di semak-semak yang sepi.

"Lalu korban diajak jalan menggunakan sepeda motornya. Saat ditempat sepi, suaminya yang sudah mengintai langsung merampas sepeda motor korban," jelasnya, Selasa (11/4/2017).

Mereka pun berhasil ditangkap setelah aksinya yang ke dua. Korban yang motornya dirampas di Jalan Benteng Betawi, Kecamatan Cipondoh, melaporkan hal itu ke Polsek.

"Dari hasil penyelidikan, diketahui Novianti yang ngajak jalan korban merupakan bagian dari pelaku. Polisi berhasil menangkap mereka di rumahnya di Kampung Ketapang," paparnya.

M Efendi sudah diamankan ke Polsek Cipondoh. Namun istrinya Novianti belum bisa dibawa karena tengah dalam kondisi hamil sembilan bulan.
"Kita tunggu tersangka lahiran," pungkasnya.

BANDARA
Penumpang COVID-19 Lolos di Bandara Soetta, Ini Kata KKP

Penumpang COVID-19 Lolos di Bandara Soetta, Ini Kata KKP

Jumat, 3 Juli 2020 | 11:11

TANGERANGNEWS.com-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta (Soetta) semakin memperketat pengawasan pemeriksaan dokumen kesehatan calon penumpang

OPINI
Renungan Tentang Kematian

Renungan Tentang Kematian

Jumat, 3 Juli 2020 | 09:57

Orang-orang yang telah berusaha taat kepada Allah SWT, perlahan-lahan mendapatkan pengetahuan hikmah dari setiap tindakan yang dilakukan. Pengetahuan yang begitu saja menyesap

BANTEN
Aktivis Pemilu : Lalai Coklit Bisa Dipidana

Aktivis Pemilu : Lalai Coklit Bisa Dipidana

Senin, 13 Juli 2020 | 21:00

TANGERANGNEWS.com-Petugas penyelenggara pemilu harus secara optimal melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2020. Jika lalai, mereka bisa dikenakan ancaman pidana pemilu

"Dengan Hidup yang Hanya Sepanjang  Setengah Tarikan Napas, Jangan Tanam Apapun Kecuali Cinta."

Jalaluddin Rumi