Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pemuda pengangguran, Rahmad, 25, nyaris tewas dikeroyok massa karena kepergok mencuri sepeda motor di Kampung Uwung Girang, RT03/11, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Sabtu (15/4/2017) malam.
Beruntung, aksi main hakim sendiri itu dihentikan polisi dan pelaku diamankan ke Polsek Jatiuwung.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Rahmad bersama rekannya yang belum diketahui identitasnya mencoba mencuri sepeda motor Honda Beat Nopol B-3540-CFF milik Suryadi yang terparkir di depan rumahnya.
Saat Rahmad tengah membobol kunci kontak dengan leter T. Korban keluar dan langsung meneriaki tersangka.
Warga sekitar yang mendengar ada maling mencoba mengejar pelaku. Akhirnya, Rahmad berhasil ditangkap hingga jadi bahan bulan-bulanan warga yang emosi.
“Pelaku ada dua, satu lari, satu ditangkap warga dan babak belur dihajar. Untuk polisi cepat merapat dan membawa kelaku yang dihakimi massa,” jelas Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triyani, Minggu (16/4/2017).
Dari tangan pemuda asal Lampung ini, diamankan satu buah kunci liter T berikut anak kunci dan satu buah obeng min begagang warna kuning.
“Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang curanmor dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata Triyani.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menetapkan regulasi dan kriteria terperinci bagi masyarakat yang hendak mengakses program bantuan perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH).
Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews