Connect With Us

Wali Kota : Ritual Keramas Bareng Potensial Jadi Daya Tarik Wisata

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 25 Mei 2017 | 19:00

| Dibaca : 637

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah berharap ritual Keramas Bareng Potensial Jadi Daya Tarik Wisata (@tangerangnews2017 / Rangga A Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, ratusan warga Kelurahan Babakan Sukasari menggelar ritual keramas bareng di bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Kamis (25/05) sore.

Tradisi turun temurun itu diikuti warga asli Kampung Babakan Sukasari yang tinggal tak jauh dari sungai. Dengan membawa gayung, para peserta ritual mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berbondong-bondong berjalan kaki menuju sungai Cisadane untuk membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah puasa.

Puluhan hingga ratusan warga yang memadati pinggir Sungai Cisadane dari Jalan Perintis Kemerdekaan ke arah kawasan wisata Pasar Lama itu masing-masing telah memegang shampo sachet dengan gayung di tangannya.

Secara bergantian, para peserta ritual melakukan keramas di pinggir sungai. Bahkan ada juga yang saling bergantian membersihkan diri.

Ritual keramas bareng ini sudah dilakukan warga secara turun-temurun. Warga meyakini dengan melakukan ritual keramas bareng tersebut mereka bisa mendapatkan keberkahan. Tak hanya keramas bareng, tak sedikit warga berenang di sungai Cisadane. Acara tahunan ini jug sebagai bentuk kegembiraan dalam menyambut Ramahan.

Lokasi acara keramas bersama diadakan persis di pinggir Sungai Cisadane yang bisa ditempuh dengan tangga turun dan tempat berdiri berbahan semen selebar tiga sampai empat meter yang berbatasan langsung dengan sungai.

Ritual tahunan menghadapi datangnya bulan suci Ramadan tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Arief R. Wismansyah. Wali Kota menyampaikan bahwa ritual keramas bareng menjelang ramadhan tersebut merupakan warisan kearifan lokal yang patut untuk dilestarikan.

"Kebersamaan ini bisa meningkatkan semangat ukhuwah dan meningkatkan kekhusuan dalam menjalan ibadah puasa," terangnya.

"Saya juga menyampaikan banyak terima kasih kepada para tokoh masyarakat yang telah menjaga dan melestarikan dengan mengenalkan budaya ini secara terus-menerus kepada anak-anaknya," imbuhnya.

Menanggapi usulan warga yang ingin menjadikan ritual keramas tersebut sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kota Tangerang, Wali Kota menyaambut baik ide tersebut karena salah satu cara untuk melestarikan budaya lokal adalah dengan mengenalkan kearifan budaya lokal ke masyarakat langsung.

"Kita sekarang lagi benahi infrastrukturnya, dan kita juga dorong masyarakat untuk menggali potensi yang ada. Selain tentunya kita juga sesang mengembangkan konsep water front city yang menjadikan sungai sebagai titik penting pembangunan," paparnya.

Sementara itu, Abu Lurah Kelurahan Babakan menambahkan, kebiasaan keramas ini awalnya dilakukan oleh warga setempat dengan menggunakan merang, yakni benih padi dari hasil panen yang dibakar lalu abunya dibiarkan semalam untuk kemudian dijadikan bahan alami perawatan rambut. Namun, karena merang kini sudah sudah didapat, maka diganti dengan shampo saja.

Setiap kebiasaan keramas bersama digelar, ada pesan moral yang ingin disampaikan kepada warga. Pesan itu lebih sebagai pengingat agar warga dapat mempersiapkan diri, termasuk membersihkan diri, menjelang bulan Ramadan yang akan tiba sebentar lagi.

AYO! TANGERANG CERDAS
Dicari, 200 Peserta Penerima Beasiswa Pelajari Produk Apple di BSD

Dicari, 200 Peserta Penerima Beasiswa Pelajari Produk Apple di BSD

Senin, 21 Mei 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pasca diresmikannya Apple Developer Academy di BSD Green Office Park, BSD City, Kota Tangsel oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada 7 Mei 2018 lalu,

TOKOH
Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Minggu, 13 Mei 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Budi Sabarudin, salah satu jurnalis Tangerang selain berprofesi sebagai pewarta juga dikenal sebagai pendongeng. Bahkan kiprah pria yang akrab disapa Budi Euy ini telah merambah hingga ke Lampung Selatan.

NASIONAL
2 Pendaki Wanita Indonesia yang mendaki Gunung Tertinggi Dunia Kembali ke Tanah Air

2 Pendaki Wanita Indonesia yang mendaki Gunung Tertinggi Dunia Kembali ke Tanah Air

Kamis, 31 Mei 2018 | 09:00

TANGERANGNEWS.com-Akhirnya, dua pendaki dari Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition MahitalaUnpar (WISSEMU) kembali ke Tanah Air.

"Sekali anda mengerjakan sesuatu jangan takut gagal dan jangan tinggalkan itu. orang orang yang bekerja dengan ketulusan hati adalah mereka yang paling bahagia. "

Chanakya