Connect With Us

Pengibaran Bendera Gede Jasa di Kota Tangerang Perlu Waktu 45 Menit

Sayuti Tan Malik | Rabu, 2 Agustus 2017 | 18:00

Tampak Bendera Merah Putih raksasa di Apartemen Sudirman One, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (2/8/2017). (@TangerangNews2017 / Sayuti Tan Malik)

TANGERANGNEWS.com-Tim pengibar Bendera Gede Jasa harus bergantung selama 45 menit di atas ketinggian sekitar 38 meter, Rabu (2/8/2017).

Suasana di gedung Apartemen Sudirman One depan Hotel Amaris, Tangcity, Kota Tangerang selama pengibaran bendera gede jasa tampak tegang. Hal ini karena angin bertiup sangat kencang saat bendera dan sembilan orang pengibar sudah bergantungan di dinding apartemen yang beluh rapih tersebut.

Meskipun begitu, tim tetap melanjutkan rencana pengibaran bendera seluas 3350 meter ini tepat pada  pukul 17.00 WIB.

Aldo, pimpinan regu pengibaran bendera mengaku sangat kesulitan dalam membentangkan bendera merah putih gede jasa tersebut. Selain karena sangat besar, tapi juga karena kencangnya angin yang berhembus di sana.

"Selain itu kita juga tidak persiapan sehingga sempat kesulitan saat melakukan penurunan. Bahkan bendera juga baru datang hari ini," katanya.

Pria yang merupakan komandan tim BPBD Kota Tangerang ini menambahkan, hal itu tentunya tidak menciutkan nyalinya dan tetap melanjutkan pengibaran bendera merah putih yang diklaim terbesar di dunia ini.

"Kami tentunya bangga dapat mengibarkan bendera dalam momentum Hari Kemerdekaan RI," tandasnya.

Sementara, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, dirinya bersama dengan Muspida dalam pengibaran bendera ini memberikan komitmen bersama dalam menjaga NKRI dalam menghadapi tantangan yang dihadapi. "Hal ini juga merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun," pungkasnya.(RAZ)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:13

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengusut tuntas insiden ledakan maut di Komplek Ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill