Connect With Us

Taman Gajah Tunggal, Landmark Terbaru di Kota Tangerang

Advertorial | Minggu, 20 Agustus 2017 | 16:00

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, Wakil Wali Kota H. Sachrudin, Sekretaris Daerah H. Dadi Budaeri dan Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Buddy Tanasaleh saat peresmian Taman Gajah Tunggal, Minggu (20/8/2017). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Setelah sebelumnya kota Tangerang seakan menerima kado kemerdekaan berupa alat transportasi massal berupa koridor 13 bus Transjakarta. Pada hari ini, kota Tangerang kembali mendapat kado berupa sebuah destinasi wisata baru yang dinamai Taman Gajah Tunggal.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah yang turut didampingi oleh Wakil Wali Kota H. Sachrudin, Sekretaris Daerah H. Dadi Budaeri beserta sejumlah kepala OPD di lingkup pemkot Tangerang dalam sambutannya menyampaikan bahwa taman ini merupakan sebuah bukti dari keterlibatan berbagai unsur yang ada di kota Tangerang untuk menunjukkan komitmen bersama dalam membangun dan memenuhi kebutuhan warga kota Tangerang dalam hal ruang terbuka hijau.

"Taman Gajah Tunggal ini merupakan sebuah bukti bahwa semua unsur yang ada di kota ini baik swasta maupun pemerintah memiliki komitmen yang sama dalam membangun kota tercinta ini." Ucap Arief dalam sambutannya pada acara peresmian taman gajah Jl. Perintis Kemerdekaan Cikokol, Tangerang, Minggu (20/8).

Taman gajah tunggal ini selain menambah daftar ruang terbuka hijau di kota Tangerang namun juga menjadi bukti kontribusi dari sebuah perusahaan internasional PT. Gajah Tunggal Tbk. yang ber-homebase di wilayah kota Tangerang dalam sumbangsihnya untuk memberikan ruang terbuka hijau untuk sarana rekreasi dan edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota Tangerang.

Landmark terbaru kota Tangerang yang dibangun di area seluas 6.066 M2 ini diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi karena memiliki keunikan dimana sebagian besar fasilitas yang ada di dalam Taman Gajah Tunggal ini berasal dari produk ban yang telah didaur ulang dan dimanfaatkan kembali menjadi ikon - ikon taman seperti replika patung gajah, tempat sampah, tempat duduk bahkan sebagai ornamen lampu taman.

"Taman ini diharapkan bisa jadi destinasi wisata edukasi karena di dalamnya dimanfaatkan limbah ban sebagai bahan utama pembuatan ornamen dan fasilitas penunjang taman."

"Mulai dari replika gajah, tempat duduk sampai tempat sampahnya semua terbuat dari ban yang didaur ulang." Sambung Wali Kota.

Senada dengan yang disampaikan Wali Kota, Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Buddy Tanasaleh menyatakan bahwa pihaknya siap untuk terus bekerjasama dan berkontribusi untuk pembangunan kota Tangerang.

"Kami siap untuk berkontribusi dan bekerjasama dengan pemerintah untuk bersama memajukan kota Tangerang." Ucap Buddy Tanasaleh yang ditemui di sela acara peresmian Taman Gajah Tunggal.

Bersamaan dengan kesempatan tersebut, turut pula dilaksanakan acara peringatan Hari Anak Nasional tingkat kota Tangerang tahun 2017 yang diisi dengan penampilan anak - anak dari kelurahan Larangan Utara, Forum Anak Kota Tangerang, dan tarian polisi cilik dari anak - anak TK Pembina.

Wali Kota mengharapkan agar momentum peringatan hari anak ini bisa menjadi penyemangat bagi anak - anak kota Tangerang untuk memberikan yang terbaik dan mendukung berbagai program pemerintah untuk memajukan masyarakat dan kota Tangerang.

"Peringatan hari anak ini harus bisa menjadi momentum bagi anak - anak kota Tangerang untuk memberikan yang terbaik untuk bersama - sama memajukan kota dan masyarakat kota Tangerang." Tutup Arief.(ADV)

HIBURAN
Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:18

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan interaktif bagi para penumpang anak-anak beserta keluarga, dalam menyemarakkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Kamis 23 Juli 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill