Connect With Us

Penumpang Angkot Ciledug-Jombang Gemeteran Saksikan Pelecehan Seks

Muhamad Heru | Senin, 18 September 2017 | 01:00

| Dibaca : 19136

Pelecehan di angkot. (Line/Novira Andreana / Line/Novira Andreana)

TANGERANGNEWS.com-Seorang penumpang angkot rute Ciledug-Jombang gemeteran menyaksikan pelecehan seks yang dilakukan seorang pria terhadap seorang ibu tua di dalam angkot tersebut. Kisah miris itu dituangkan di media sosial oleh Novira Andreana lewat akun Line-nya.


Novira menjadi saksi kasus pelecehan seorang pria yang mencoba menyentuh dada seorang ibu dengan pakaian tertutup. Aksi itu terjadi saat jumlah penumpang semakin sedikit, dari tujuh orang menjadi empat orang.


Inilah kesaksian Novira.

"Jadiiiii, tadi pagi, gue menjadi salah satu saksi pelecehan seksual terhadap ibu-ibu yang sudah lumayan tua, berhijab, dan tidak memakai pakaian yang menurut stereotip orang-orang terhadap korban pelecehan seksual "oh, pantesan aja dia digituin!" enggak. Gue mohon, buka mata kalian, korban pelecehan seksual tidak melulu mereka yang memakai pakaian terbuka, dan tidak melulu di transportasi yang ramai.


Tadi pagi, gue di angkot jurusan ciledug-jombang dengan tujuan akhir ke stasiun sudimara, masih jam setengah delapan, dan angkotnya sepi. Tadinya ada tujuh orang termasuk gue di dalamnya, tapi lama-kelamaan cuma tinggal gue, korban, pelaku, dan satu bapak-bapak yang keliatannya nggak tahu karena terus-terusan ngeliat ke arah jalanan.


Nggak lama, gue merasa ada yang aneh, ini kenapa bapak-bapak deket amat ke ibu-ibu duduknya? Terus, tangannya juga keliatan nggak di tempat yang seharusnya. Tangannya—atau jarinya, lagi pelan-pelan meraba p***dara ibu-ibu tua di depan gue yang kebetulan jeleknya lagi ketiduran. Pas gue ngeliat, gue langsung melototin bapak-bapak itu, dan ngeliat lagi ke arah tangannya yang jadi gemeteran kayak orang ketangkep basah. Awalnya gue masih gak percaya, jadi gue perhatiin dia diem-diem. Kalian tahu apa? Ternyata dia masih berani megang-megang ibu yang udah lumayan tua tadi.

Gue gemeteran, kaget, nggak tau harus apa, jujur gue takut banget, gue beneran gemeter lumayan hebat. Gue baru pertama kali melihat kejadian separah itu. Tapi gue sedikit bisa beraniin diri ngeliatin bapak-bapak itu sampe akhirnya dia nggak berani lagi, dan ibu-ibu tadi bangun. Gue pura-pura bertanya arah stasiun, yang, yah, padahal gue udah hafal banget jalurnya. Turun dari angkot, gue masih nggak berani ngapa-ngapain kecuali pura-pura kesandung dan dorong bapak itu ngejauh. Sampai di dalam stasiun, gue akhirnya berani bilang ke ibu itu dan kalian tau apa? Ibu itu gemeteran lebih hebat dari gue. Dia langsung periksa dompet dan uangnya, Alhamdulillah nggak ada yang hilang. Gue kasih lihat foto yang gue ambil (iya, gue diam-diam ambil foto bapak itu) ke ibu itu, dia kaget bukan main sambil bilang "ya ampun, kok ada-ada aja sih, aku kan udah nenek-nenek."


Gue nggak bisa jawab pertanyaannya. Tapi setidaknya gue bisa bantu beliau jalan sampai kereta datang.


Untuk kalian yang masih punya ibu, atau kalian yang punya saudara perempuan, temen, atau bahkan pacar, tolong ingatkan mereka untuk hati-hati di transportasi mana pun. Gue jujur aja kalo inget kejadian tadi masih gemeter dan mau nangis.

Mari sama-sama saling mengingatkan. Mari sama-sama bangun negara kita dengan mengajarkan laki-laki untuk tidak melakukan pelecehan seksual, pelecehan verbal, dan yang lebih parah lagi, pemerkosaan. Karena sudah tidak ada gunanya hanya memberitahu perempuan seperti apa kami harus berpakaian kalau otak laki-laki masih buas.(DBI)

BANDARA
20 Ton Alkes dari Investor Tiongkok Diberikan ke Indonesia

20 Ton Alkes dari Investor Tiongkok Diberikan ke Indonesia

Jumat, 27 Maret 2020 | 15:07

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Indonesia menerima bantuan dari investor Tiongkok berupa peralatan kesehatan (alkes) untuk menanggulangi

BANTEN
Tangani Wabah Corona, DPRD Cilegon Wacanakan Potong Gaji

Tangani Wabah Corona, DPRD Cilegon Wacanakan Potong Gaji

Jumat, 27 Maret 2020 | 15:52

TANGERANGNEWS.com-DPRD Kota Cilegon mewacanakan potong gaji anggota dewan untuk penanganan wabah Corona. Wacana itu akan dibahas dalam waktu dekat

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Kota Tangerang Belajar di Rumah Sampai 29 Mei, Ini Sistem Kelulusannya

Siswa Kota Tangerang Belajar di Rumah Sampai 29 Mei, Ini Sistem Kelulusannya

Kamis, 26 Maret 2020 | 16:33

TANGERANGNEWS.com-Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang memperpanjang kebijakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tanpa tatap muka di sekolah (belajar di rumah) bagi siswa PAUD, TK, SD dan SMP negeri maupun swasta

OPINI
"Sampai Tangerang Merindu"

"Sampai Tangerang Merindu"

Jumat, 27 Maret 2020 | 08:38

Kira-kira tiga atau empat tahun lalu, saya kenal Salmah Nurhaliza. Namun itu pun hanya melalui nomor handphone-nya saja. Saya tahu nomor handphone

"Kuatkan dirimu, karena semuanya akan menjadi lebih baik. Mungkin sekarang segala prahara menerpa, tetapi percayalah badai pasti berlalu"

Haile