Connect With Us

Tak Digaji, 60 Satpam Apartemen Aeropolis Tangerang Nginap

Ray | Selasa, 26 September 2017 | 10:00

| Dibaca : 24928

Para Satpam demo Apartemen Aeropolis karena tidak juga mendapat gaji. (@TangerangNews 2017 / Ray)

 
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 60 petugas Satpam yang merupakan karyawan dari PT Perkasa Lestari Permai dan PT Putratama Indo Manunggal melakukan aksi demonstrasi dengan menginap di apartemen sejak semalam.  Mereka adalah Satpam yang bertugas di Apartemen Aeropolis di Neglasari, Kota Tangerang. BACA JUGA : Insentif Dicabut, Puluhan Guru Demo Pemkot Tangerang

Satpam

“Kita enggak digaji, kita enggak akan pulang sebelum digaji,”ujar seorang Satpam kepada TangerangNews.com, Selasa (26/09/2017).  Mereka pun menceritakan, sejak kemarin mereka melakukan aksi demonstrasi di apartemen yang berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu. “Kita menunggu kepastian, sampai jelas kapan gaji kita akan dibayar. Rencanya, sore ini kita akan bertemu direktur,”ujarnya. BACA JUGA : Tolak DO Sepihak Mahasiswa UMT Demonstrasi

Sementara itu,  pihak manajemen Apartemen Aeropolis hinggga berita ini diterbitkan tidak berhasil dihubungi. Telepon selular Egi seorang staf humas Aeropolis tidak aktif.(DBI)

TEKNO
150 Startups Indonesia Berbagi Pengalaman di Starthub Connect 2018 BSD

150 Startups Indonesia Berbagi Pengalaman di Starthub Connect 2018 BSD

Jumat, 14 September 2018 | 10:33

TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land bekerja sama dengan Alpha Momentum menggelar Starthub Connect 2018 di ICE BSD City,

SPORT
Disaksikan Bupati Zaki, Ponpes Arrasyadiyyah Juarai LSN Banten

Disaksikan Bupati Zaki, Ponpes Arrasyadiyyah Juarai LSN Banten

Jumat, 21 September 2018 | 21:47

TANGERANGNEWS.com-Laga final Kompetisi Liga Santri Nasional (LSN) Region Banten tahun 2018 berakhir dengan kemenangan Pondok Pesantren

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie