Connect With Us

Rapat Relokasi Pasar Lembang Dijaga Ketat Aparat

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 5 Oktober 2017 | 00:00

| Dibaca : 1342

Para Pedagang dan pihak Managemen Pasar Lembang berunding terkait di Relokasinya Pasar Lembang, Ciledug, Rabu (4/10/2017) (@TangerangNews2017 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Rapat relokasi Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, antara para pedagang dan pihak managemen pasar, dijaga aparat kepolisian, Rabu (4/10/2017) siang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, lantaran adanya berbagai isu yang dikhawatirkan menyulut amarah para pedagang.

Puluhan aparat gabungan dari Polsek Ciledug dan Satpol PP Kota Tangerang tampak bersiaga di sekitar lokasi sambil memantau perundingan kedua belah pihak.

Kabid Penertiban Umum Satpol PP Kota Tangerang Gufron Falfeli menuturkan bahwa ada sebanyak 50 personil dikerahkan untuk mengamankan kegiatan rapat relokasi pedagang. "Kita disini untuk membantu mengamankan relokasi pedagang pasar lembang ke tempat yang baru," ucapnya.

BACA JUGA : Direlokasi, Pedagang Pasar Lembang Tangerang Mengeluh

Senada dengannya, Kapolsek Ciledug Kompol Sutrisno juga mengatakan bahwa terkait dengan relokasi pedagang tidak mengalami masalah hanya beberapa pedagang keliru terkait dengan isu-isu yang muncul.

"Saya berserta dengan instansi yang terkait duduk bersama pedagang berunding menyelesaikan permasalahan yang ada," jelasnya.

Sementara Sarto dari Komunitas Pedagang Pasar Lembang pun ikut berkomentar bahwa para pedagang pasar lembang pun sudah siap untuk pindah. "Kita siap pindah, ada sekitar 300 pedagang yang baru mendaftar untuk pindah ke pasar yang baru," katanya.

PASAR

Pasar Barokah yang akan menjadi relokasi pedagang pasar lembang.

Namun Manager Operasional Pasar Barokah Imanudin pun mengklarifikasi bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan para pedagang kalau permasalahan ini hanya karena miss komunikasi saja antara kedua belah pihak.

"Disitu ada 120 pedagang yang belum terdaftar untuk relokasi, maka dari itu saya bedakan karena secara administrasi pedagang yang bernamakan bungol itu tidak ada dalam administrasi kepengurusan yang lama," katanya.

BACA JUGA : Para Pedagang di Pasar Malabar Pasrah Lapaknya Dibongkar

Menurut informasi yang dihimpun oleh Imanudin bahwa harga sewa lapak pedagang dengan berukuran 2x1,5 meter sebesar Rp3 juta 2x2 meter sebesar Rp4 juta dalam kontrak selama 2 tahun. Sementara untuk uang kas perbulan para pedagang dikenakan biaya sebesar Rp300 ribu setiap lapak.

Imanudin melanjutkan ada sebanyak 320 pedagang sudah mendaftar dan 620 lapak pedagang di Pasar Barokah sudah selesai. "850 lapak pedagang sudah disiapkan Pasar Barokah yang akan menjadi relokasi pedagang pasar lembang, 620 lapak sudah jadi sisanya masih dalam proses pembangunan," ungkapnya.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
Dampak Corona, Ribuan Buruh di Tangerang Mulai Dirumahkan

Dampak Corona, Ribuan Buruh di Tangerang Mulai Dirumahkan

Selasa, 7 April 2020 | 17:49

TANGERANGNEWS.com-Wabah virus Corona (COVID-19) berdampak langsung terhadap aktivitas produksi perusahaan di Kabupaten Tangerang. Ribuan buruh pun mulai dirumahkan

OPINI
Virus Bukan Ancaman Substansif Bagi Ekonomi

Virus Bukan Ancaman Substansif Bagi Ekonomi

Jumat, 3 April 2020 | 18:50

Saat ini kita sama-sama merasakan betapa dunia bergejolak, tidak hanya gejolak akidah namun juga gejolak ekonomi. Makhluk mikro ciptaan Allah ini

WISATA
Pemkot Tangsel Sulap Bantaran Kali Mati di Jombang Jadi Destinasi Wisata

Pemkot Tangsel Sulap Bantaran Kali Mati di Jombang Jadi Destinasi Wisata

Sabtu, 25 Januari 2020 | 15:50

TANGERANGNEWS.com-Penataan kota terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel). Sebuah bantaran kali mati di wilayah

SPORT
Persita Gagal Curi Poin di Kandang Persikabo

Persita Gagal Curi Poin di Kandang Persikabo

Minggu, 15 Maret 2020 | 23:13

TANGERANGNEWS.com–Persita Tangerang gagal meraih poin saat bertandang ke Stadion Pakansari, Bogor.

"Kuatkan dirimu, karena semuanya akan menjadi lebih baik. Mungkin sekarang segala prahara menerpa, tetapi percayalah badai pasti berlalu"

Haile