Connect With Us

Begal Penembak Alif Gunakan Senpi Jenis Revolver

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 16 Oktober 2017 | 18:00

Barang Bukti Senjata api jenis revolver. (@TangerangNews2017 / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com- Senjata api (senpi) rakitan yang dipakai komplotan curanmor untuk mengeksekusi korbannya berjenis revolver.

Mereka membeli senjata api rakitan jenis revolver itu di kampung halamannya yakni Lampung . Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Harry Kurniawan dalam pengungkapan kasus penembakan Alif Rizki pada Senin (16/10/2017).

"Jenis revolver warna hitam diakui oleh pelaku Fajar milik dia yang didapatkan di daerah Lampung," ujarnya.

Kapolres melanjutkan, dari hasil yang kita temukan di TKP, pelaku sempat menembakan satu dan proyektil yang yang identik dengan jenis revolver.

"Memang senpi yang digunakan komplotan ini sudah kita amankan. Ada dua," ucapnya.

Dari dua senjata api yang berhasil  diamankan, Polisi menduga masih ada lagi senjata api rakitan yang dititipkan oleh kedua pelaku yang masih belum tertangkap.

"Senjata saat ini masih kita kembangkan, dari hasil keterangan salah satu pelaku pada saat pengembangan dititipkan oleh salah satu DPO yang masih kita kejar," imbuhnya.(DBI/HRU)

BISNIS
Catat, Beragam Promo Bagi Pelanggan Telkomsel Tangerang Sepanjang September

Catat, Beragam Promo Bagi Pelanggan Telkomsel Tangerang Sepanjang September

Minggu, 6 September 2026 | 19:00

Telkomsel Area Jabotabek Jabar menghadirkan berbagai program apresiasi spesial bagi sepanjang bulan September 2026.

KOTA TANGERANG
Sekolah di Tangerang PJJ 3 Hari Imbas Paparan Abu Vulkanik

Sekolah di Tangerang PJJ 3 Hari Imbas Paparan Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 | 11:58

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang secara resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah sebelumnya sempat memutuskan pembelajaran tatap muka.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill