Connect With Us

Festival Visual Kota Tangerang 2017, Dorong Anak Muda Jadi Digital Artpreneur

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 12 November 2017 | 12:00

| Dibaca : 854

Para remaja mengikuti Workshop Film dan Foto yang menjadi bagian dari Festival Visual Kota Tangerang, di Ruang Akhlakul Karimah. (@TangerangNews.com / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Para remaja Kota Tangerang antusias mengikuti Workshop Film dan Foto yang menjadi bagian dari Festival Visual Kota Tangerang, di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Pada 11-12 November 2017.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bagian Humas bekerjasama dengan Komunitas Fotografer Taman Potret ini menjadi ajang yang tepat bagi para peserta untuk belajar mengenai pembuatan suatu karya visual yang menarik dan juga layak jual, terlebih peserta workshop juga diajarkan teknik video mapping yang saat ini sedang ngetrend.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang membuka kegiatan tersebut meminta kepada para peserta workshop untuk bisa membantu mempromosikan potensi yang dimiliki oleh Kota Tangerang melalui karya visual yang saat ini banyak digemari oleh kalangan generasi muda.

"Mudah-mudahan ini bisa terus menumbuhkan kreatifitas masyarakat terutama generasi muda untuk bisa memvisualisasikan potensi yang dimiliki Kota Tangerang sehingga bisa semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan juga Dunia," katanya, Sabtu (12/11/2017).

Menurut Arief, saat ini Kota Tangerang belum banyak dikenal oleh masyarakat dari luar daerah. Padahal Kota Tangerang merupakan kota paling strategis di Indonesia. “Kita punya Bandara Soekarno Hatta, terbesar di Indonesia yang jadi pintu gerbang negara. Per tahunya ada 60 juta orang yang ke Bandara. Tiap hari mereka lewat Kota Tangerang, tapi sayangnya cuma numpang lewat aja, tidak ada yang mampir bahkan tahu kota ini,” katanya.

Dari kompetisi ini, Arief  juga berharap para peserta nantinya juga bisa memanfaatkan media sosial untuk mendapat mata pencaharian menjadi Digital Artpreneur. Apalagi pengguna internet di Indonesia menempati urutan ke-enam terbanyak di dunia, artinya kesempatan bagi generasi millenial saat ini untuk mengenalkan potensi kita di dunia maya sangat terbuka.

"Dan ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin, karena telah banyak contoh dari para pengguna sosial media yang hanya berbekal kreatifitas mereka bisa mendapatkan uang yang tidak sedikit," paparnya.

Festival Visual Kota Tangerang sendiri selain diisi dengan kegiatan workshop juga dilaksanakan kegiatan Lomba Foto dan Film bagi pelajar, mahasiswa dan juga jurnalis serta masyarakat umum.

Materi workshop sendiri diisi oleh sejumlah narasumber yang aktif di dunia Fotografi dan Videografi diantaranya Pewarta Foto Kantor Berita Antara Eky Fajrin, Dosen FISIP Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Tangerang Korry El Yana, Ketua IJTI Banten Aimarani, Kontributor Berita Satu TV Ibnu Malikh, Pegiat Film Tangerang Iqbal Hamdani dan Creative Content CBUS Multimedia Sigit Kurniawan.

Untuk pendaftaran dan ketentuan Lomba Foto dan Film dengan tema [email protected] bisa dilihat di akun Instagram @fesvikotang.(RAZ/HRU)

HIBURAN
Astrella Cahaya Luncurkan Album Perdana di Panti Asuhan Sayap Ibu Tangsel

Astrella Cahaya Luncurkan Album Perdana di Panti Asuhan Sayap Ibu Tangsel

Minggu, 2 September 2018 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Astrella Cahaya, penyanyi cilik pendatang baru di industri musik tanah air meluncurkan album perdananya. Album berjudul Meraih Mimpi itu diluncurkan di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu, Bintaro Tangsel, Minggu (2/9/2018).

BISNIS
Math Coffee and Resto, Kafenya Advokat di Tangerang

Math Coffee and Resto, Kafenya Advokat di Tangerang

Sabtu, 1 September 2018 | 15:31

TANGERANGNEWS.com-Bisnis kafe di Kota Tangerang sudah menjamur. Tentunya bisnis ini sudah diisi banyak pemain yang berkelas

BANTEN
DPP APDESI Instruksikan Banten Gelar Musda

DPP APDESI Instruksikan Banten Gelar Musda

Jumat, 21 September 2018 | 23:45

TANGERANGNEWS.com-Asosiasi Perangkat Desa (APDESI) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) memberikan Surat Perintah kepada 3 anggota pengurus

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie