Connect With Us

Trik Ini yang digunakan Pemkot Tangerang Redam Amarah Korban Gusur

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 12 Desember 2017 | 20:00

Para Korban penggusuran saat menempati Rusunawa secara gratis dari Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (12/12/2017). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)


TANGERANGNEWS.com-Pemkot Tangerang akhirnya berhasil meluluhkan para warga yang terkena penertiban lahan di Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Korban gusur tak lagi cemas. Karena, mulai hari ini mereka setuju untuk menempati Rusunawa secara gratis yang dari Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (12/12/2017).

Rusunawa itu terletak tak jauh dari lokasi penertiban lahan. Pantauan di lokasi, para warga berbondong-bondong mendatangi Rusunawa Betet sembari menggotong barang - barang bawaannya.

BACA JUGA :

Agus, 39, salah satu warga yang terkena penertiban lahan terlihat antusias mendatangi Rusunawa itu.  Dia mengantre untuk mendaftar menjadi penghuni Rusunawa Betet.

"Sudah 10 tahun lebih saya tinggal disini (lahan penertiban), senang lah saya mau tinggal dimana lagi, kalau tak di sini (Rusunawa), apalagi gratis," kata dia saat ditemui di lokasi, Selasa (12/12/2017).

Hal senada juga diutarakan oleh Rahma, 39, yang memiliki nasib yang sama dengan warga lainnya.

Sambil menggendong anak, ia mengaku setelah lahannya ditertibkan jadi hidup keluarganya 'tak' menentu.

"Tadinya mau ngapa-ngapain susah, saya cuma kasian sama anak," ungkap dia.

Sementara itu, warga lainnya, Ikin, 42. Ia tinggal bersama delapan anggota keluarganya dan memilih pindah ke Rusunawa Betet.

"Kami pindah sementara sambil menunggu kepastian dari pemerintah yang berjanji menyelesaikan masalah ini," kata Ikin.

Menurutnya kehidupan dirinya serta warga lainnya terkatung - katung saat bertahan di lokasi penertiban. Pria berusia 42 tahun ini meminta agar Pemkot Tangerang terketuk hatinya dalam menuntaskan persoalan tersebut.

Rusunawa Betet memiliki model per unitnya tipe 36 dengan dua kamar di dalamnya. Tempat tidurnya pun dapat disetting meningkat.

Untuk menempati Rusunawa itu para warga diseleseksi terlebih dahulu, yang bertujuan hanya untuk memastikan apakah benar warga penertiban lahan atau bukan.

"Hari ini warga penertiban yang pindah sebanyak 55 KK (kepala keluarga)," tutur Kepala UPT Rusunawa Betet, Dinas Perkim Kota Tangerang, Ahmad Saefudin kepada TangerangNews.com di lokasi.

Dia menyatakan pada hari ini rusun tersebut sudah dapat beroperasi. Air dan listrik pun sudah bisa diakses oleh pengguna.

"Untuk sementara para korban gratis menempati rusun ini. Sarana dan prasarana terpenuhi," jelas dia.(DBI/HRU)

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

KOTA TANGERANG
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Wanita di Cuci Steam Motor Cipondoh

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Wanita di Cuci Steam Motor Cipondoh

Minggu, 27 September 2026 | 19:35

Kepolisian telah menangkap pelaku pembunuh seorang wanita berinisial PAI, 25, di ruko cuci steam motor, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu 26 September 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill