Connect With Us

Surat Terbuka : Satpol PP Tangerang Kebanyakan Main HP

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 8 Februari 2018 | 08:00

| Dibaca : 8040

Taman Gajah Tunggal Kota Tangerang. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com - Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang dikeluhkan warga lantaran sering bermain HP saat bertugas.

Keluhan tersebut diutarakan oleh Ang Combet. Ia menyampaikan problematika yang dialaminya kepada redaksi TangerangNews.com, Kamis (8/2/2018).

Dear Bapak Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah B.Sc., M. Kes.

Sebelumnya saya mohon maaf kalo ada kata-kata atau kalimat saya yang kurang pantas. Saya sebagai warga Kota Tangerang dan karyawan PT. Gajah Tunggal TBK sangat bangga atas berdirinya Taman Gajah Tunggal di Kelurahan Babakan Kota Tangerang, khusunya buat PT.

BACA JUGA:

 Gajah Tunggal yang sudah berpartisipasi mendirikan taman buat warga Kota Tangerang dan sekitarnya. Saya, anak dan istri habis pulang dari Taman Gajah Tunggal yang menurut saya pribadi sangat bagus dan nyaman baik buat anak-anak dan orang dewasa tapi ada satu hal yang mengganjal di hati saya setelah berkunjung di Taman Gajah Tunggal tentang retribusi tarif parkir khususnya sepeda motor yang tidak sesuai dengan Perda Kota Tangerang.

 Di Taman Gajah Tunggal tarif parkir motor Rp.3.000. Sesuai Perda nomor 3/2014 Tentang Retribusi Tempat Parkir Kendaraan Bermotor, untuk kendaraan bermotor roda empat seperti sedan dan sejenis pick up dikenakan Rp.1.000 dua jam pertama dan Rp 500 per jam selanjutnya. Untuk sepeda motor Rp500 dua jam pertama dan Rp150 per jam berikutnya. Ini bukan masalah duit Rp.3.000 Bapak Walikota tapi kesemrawutan tarif parkir yang tidak sesuai Perda, bukan hanya di Taman Gajah Tunggal tapi hampir seluruh wilayah Kota Tangerang, apa Bapak sudah dapat laporan dari anak buah Bapak atau emang nggak tahu!!! Saya sebagai warga Kota Tangerang sangat dirugikan atas tarif parkir yang tidak sesuai dengan Perda Kota Tangerang khususnya di Taman Gajah Tunggal sebesar Rp.3.000. 

Di Taman Gajah Tunggal ada Satpol PP yang berjaga dan hanya duduk manis sambil ngobrol dan main HP, apakah Satpol PP nggak tahu atau pura-pura nggak tahu tarif parkir sebesar Rp.3.000. Yang bikin tidak habis pikir, narikin duit parkir preman atau Dishub Kota Tangerang? Soalnya nggak ada atributnya atau jangan-jangan memang benar preman yang narikin duit parkir kalau itu terjadi sangat disayangkan Pak!!! Jangan sampai ini jadi dosa Bapak sebagai Walikota Tangerang, kalau ini terus-menerus dibiarkan akan jadi Presiden buruk bagi kepemimpinan bapak. 

Saya sadar memimpin Kota Tangerang tidak mudah tapi tolong Pak masalah tarif parkir ini jadi prioritas kerja Bapak soalnya ini menyangkut lapisan masyarakat khususnya Kota Tangerang. 

Semoga Bapak Walikota selalu diberikan kesehatan dan untuk PT. Gajah Tunggal TBK terus berkarya buat Indonesia. Khususnya Kota Tangerang, semoga lebih maju lagi dan meningkatkan produksi serta kesejahteraan karyawannya terus meningkat. Sekali lagi saya mohon maaf kalau ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati Bapak.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Salam sejahtera untuk kita semua

Hidup Kota Tangerang dan PT. Gajah Tunggal TBK

Terima kasih.(DBI/RGI)

BANDARA
Asian Para Games 2018 Berakhir, 1.600 Atlet Padati Bandara Soekarno-Hatta

Asian Para Games 2018 Berakhir, 1.600 Atlet Padati Bandara Soekarno-Hatta

Minggu, 14 Oktober 2018 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Perhelatan Asian Para Games 2018 secara resmi ditutup. Kontingen mulai kembali ke negaranya masing-masing melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

BISNIS
Keuntungan Menggiurkan, Akseleran Sasar Warga Tangerang

Keuntungan Menggiurkan, Akseleran Sasar Warga Tangerang

Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:00

TANGERANGNEWS.com-Perkembangan perusahaan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi (fintech peer to peer lending) di Indonesia terus berkembang pesat.

BANTEN
18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

18 Tahun Banten, Kisah Max Havelaar Tak Boleh Terulang

Kamis, 4 Oktober 2018 | 15:34

TANGERANGNEWS.com-Hari ini, 4 Oktober 2018, Provinsi Banten genap berusia 18 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah daerah otonom hasil

"Seseorang yang tak pernah membuat kesalahan tak akan pernah mencoba sesuatu yang baru."

Albert Einstein