Connect With Us

Di Tangerang Expo 2018, Warga Bisa Daftar & Bayar Rekening Air PDAM

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 28 Februari 2018 | 14:00

Stand PDAM Kota Tangerang di pameran Tangerang Expo 2018. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang membuka layanan pendaftaran sambungan baru dan pembayaran rekening air di pameran Tangerang Expo ke-6 di ex Terminal Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Kegiatan ini digelar selama satu minggu oleh Pemerintah Kota Tangerang dalam rangka HUT ke-25 kota tersebut.

Dirut PDAM TB Kota Tangerang H Sumarya mengatakan, selama pameran yang diselenggarakan sejak 27 Februari hingga 3 Maret 2018 ini, PDAM menerima pendaftaran pemasangan sambungan baru, pembayaran rekening air dan juga konsultasi kualitas air.

"PDAM TB akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan terus melakukan inovasi-inovasi yang akan semakin memudahkan pelanggan PDAM TB baik dalam hal pemasangan maupun pembayaran serta pengaduan,  sehingga kita bisa merespon dengan cepat setiap persoalan yang ada di masyarakat," ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Sumarya menambahkan, PDAM akan terus mendukung setiap program Pemerintah Kota Tangerang baik yang sudah berjalan maupun yang sedang dalam taraf progress, untuk pelayanan yang baik kepada masyarakat Kota Tangerang.

Sementara Manager Hubungan Langganan PDAM TB Kota Tangerang M Ali Mukmin menjelaskan, pihaknya masih membuka program Gebyar Samba, pendaftaran sambungan baru yang pembayarannya bisa dicicil 10 kali. Pendaftaran bisa dilakukan langsung di stan PDAM dengan KTP tanpa perlu mengisi formulir.

“Jadi untuk untuk jasa pemasangan, pengadaan dan administrasi sebesar Rp1.375.000, itu bisa dicicil 10 kali. Nanti dipasang dulu, lalu pelanggan melakukan pembayaran awal Rp250 ribu, pembayaran selanjutnya Rp125 ribu,” jelasnya.
 
Selain itu pelanggan juga bisa melakukan pembayaran rekening air bulanan di lokasi, sehingga bisa lebih memudahkan. “Ya bisa bayar disini. Sebelumnya kita sudah sediakan layanan pembayaran melalui Indomaret, Alfamaret, Dan-Dan, Lawson, Bank OCBC NISP, atau Bank Mandiri. Kedepan kita rencanakan bisa melalui kedepan M-Banking BCA dan Pos giro,” jelas Mukmin.

Sedangkan untuk layanan konsultasi kualitas air, ini untuk masyarakat yang hendak menggunakan air sumur dalam untuk dikonsumsi. Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang menggunakan air sumur untuk segala kebutuhan termasuk memasak.

“Barangkali ada pengunjung yang mau tau kualitas air tanah di rumahnya, kan air sumur mengandung banyak hal mulai dari zat besi, mangan, berbau dan berwarna, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi. Jadi kita sekaligus sosialisasi, kalau air dari sumur itu kurang baik kalau dikonsumsi terus menerus,” jelasnya.(RAZ/HRU)

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

TANGSEL
Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:11

Merasa sehat bukan berarti kadar gula darah dalam tubuh berada dalam kondisi normal. Diabetes melitus dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan sehingga sering kali diabaikan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill